Nûn, demi Pena dan apa yang mereka tulis. (Qs. 68 [Al-Qalam]: 1) Dan, demi Tuhan,Yang (Tuhan) Yang Maha Pemurah. Yang telah mengajarkan al-Qur'an. Dia menciptakan manusia. Mengajarnya pandai berbicara. (Qs. 55 [Ar-Rahman]: 1-4)
Aku dan anak tertuaku; Abdurrahman Vira El-Fatih, menghadiri acara Musyawarah Wilayah Forum Lingkar Pena (FLP) Republik Arab Mesir. Di ruang Bale Rancage, Pasangrahan KPMJB (Keluarga Masyarakat Jawa Barat) itu, aku lihat para pejuang pena sudah banyak hadir di sana.
Acara sudah mulai. Aku dan anakku duduk, lalu mendengarkan Sudarman Pusi sedang mengaklamasikan sebuah puisi bertemakan kondisi bangsa Indonesia. Ada rasa haru; ada rasa sedih; ada rasa marah; ada rasa rindu, tatkala aku menghayati puisinya.
Adzan Dhuhur berkumandang, acara berhenti dan kami pun langsung sholat berjama'ah. Setelah makan snack dan istirahat sebentar, acara kami mulai lagi. Sang MC, memberitahu kami bahwa acara "Bedah Kumcer SEPERTI AKAN DATANG KEMATIAN" akan dimulai. Arif Kurniwan sebagai moderator mempersilah Indra Gunawan untuk menjadi pembedah, dan Heru untuk menjadi notulen. Acara ini berjalan lancar. Berbagai macam pertanyaan muncul dari peserta dan langsung dijawab oleh Indra.
Tibalah acara suksesi. Teguh Hudaya, Ketua Umum FLP Mesir Periode 2006-2007, membacakan LPJ. Tatkala pandangan umum, selain mengkritisi periode sebelumnya, banyak masukan untuk periode mendatang disampaikan oleh para peserta, terutama para senior. Al-hamdulillah, LPJ kepengurusan Teguh Hudaya diterima secara aklamasi.
Kemudian acara pemilihan ketua umum. Nidlol Masyhud dan Indra Gunawan, dengan sukarela maju ke depan untuk menfasilitasi pemilihan secara jurdil. Masing-masing peserta mendapatkan kertas suara dan menuliskan dua nama calon. Sebelum pemilihan, kami inventarisir nama-nama calon. Muncullah lima nama, antara lain: Arif Priyadi, Heru, Nina, Erqin, dan Sahala. Pemilihan berjalan dengan tertib dan terpilihlah Arif Priyadi sebagai Ketua Umum FLP Wilayah Mesir Periode 2008-2010.
Sebelum acara ditutup, panitia menyebarkan formulir bagi peserta yang ingin mendaftarkan diri menjadi anggota FLP Mesir. Lalu, dilanjutkan obrolan santai antara Formatur dan anggota FLP Mesir. Acara Musywil bertema "Merakit Tradisi Menulis" itu pun usai. Aku dan anakku segera pulang, sebab kami sekeluarga akan ziarah ke rumah teman yang baru saja melahirkan.
Seperti itulah suksesi atau regenerasi di FLP Mesir, sederhana, penuh kekeluargaan, dan khidmat. Sejak berdirinya FLP, sampai suksesi kemaren, aku tidak pernah absen menyaksikan pergantian pemimpin pejuang pena di Negeri Kinanah.
Yang pertama kali menjadi Ketua Umum FLP Mesir adalah Habibirurrahman El-Shirazy Lc. (Penulis Ayat-ayat Cinta, dan kita kenal dengan Kang Abik). Lalu, diteruskan oleh Vera Andriyani Lc. (Sekarang menjadi ustadzah di sebuah pesantren di Indonesia). Ketua ketiga, Mukhlis Rais Lc. (sekarang menjadi Kepsek Aliyah Pesantren Raudhatul Ulum Palembang). Pemegang estapeta kepemimpinan selanjutnya adalah Indra Gunawan (Masih di Mesir melanjutkan S2 dan sedang menggarap novel sejarah dengan setting Timur Tengah). Ketua Umum yang baru lengser kemaren adalah Teguh Hudaya. Dan sekarang nakhoda FLP Mesir adalah Arif Priyadi.
Sebagai bagian dari FLP Mesir, tentu saja momentum itu untuk mengingatkanku bahwa menulis adalah sebuah perjuangan; menulia adalah dakwah; menulis adalah sarana beribadah; dan apapun yang kita tulis akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah swt: seberapa banyak yang mendapat hidayah, atau seberapa besar pembaca tersesat, gara-gara tulisan kita?