SIKAP MASISIR TERHADAP TANTANGAN
Sikap Masisir terhadap dua tantangan di atas ada tiga, yaitu (1) tidak siap; (2) setengah hati; dan (3) siap. Untuk deskripsikan tiga kelompok Masisir ini, saya meminjam istilah Paul G. Stoliz, Ph. D. Dalam —klasifikasi manusia terhadap tantangan— konsep Advesity Quotient [AQ], ia memakai istilah ini The Quitter, The Camper, dan The Climber. Begitu juga sikap Masisir terhadap tantangan terbagi menjadi tiga kelompok:
1. The Quitter adalah Masisir yang tidak siap dengan tantangan dan tanpa ragu pulang ke Indonesia, atau melanjutkan studi di negara lain;
2. The Camper adalah Masisir yang terkadang siap dan terkadang tidak siap terhadap terhadap tantangan studi di Mesir. Biasanya mereka bisa menamatkan S1, namun dengan limit waktu yang cukup lama, atau terkadang pulang di tengah perjalanan, tidak menamatkan kuliahnya.
3. The Climber adalah Masisir yang siap dengan segala tantangan, semakin banyak cobaan membuatnya semakin kreatif dan tahan banting, mereka biasanya dapat menyelesaikan studi tepat waktu dengan natijah yang memuaskan.
Kelompok pertama dan kedua inilah, yang sering terjangkit virus delapan patalogi psikologis dan tidak siap dengan tantangan environment tersebut. Sedangkan kelompok ketiga, mereka patut menjadi contoh, sebab mereka memiliki Adversity Quotient [AQ], yaitu kecedasan atau kemampuan untuk mengubah tantangan menjadi peluang dan dalam diri mereka terkumpul empat kecerdasan —IQ, EQ, SQ, dan PQ— secara sinergis. Bagaimana Masisir memiliki Adversity Quotient [AQ] itu? Jawabannya ada pada pembahasan selanjutnya.
Bersambung ke "Renungan Masisir 4: Inner-Out: 10 Kiat Menghadapi Tantangan"