Dalam buku "Quranic Quotient: Menggali & Melejitkan Potensi Diri Melalui Al-Quran (Qultum Media, 2007) aku menceritakan tiga tokoh penulis terkenal —Kang Abik (Habiburrahman El Shirazy), Mbak Helvy (Helvy Tiana Rosa), dan Mas Fauzil (Moehammad Fauzil Adhim)— dan dua tokoh trainer —Pak Ary (Ary Ginanjar Agustian) dan Bu Marwah (Marwah Daud Ibrahim, Ph. D). Mereka semua telah datang ke Mesir dan aku jumpai, kecuali Bu Marwah. Makanya, ketika mendengar Bu Marwah mau ke Mesir menghadiri acara Lokakarya yang diselenggarakan oleh KBRI sekaligus Training Basic Life Skill MHMMD oleh ICMI Orsat Cairo, aku sangat bahagia. Sebab, aku ingin berjumpa dengan beliau. Al-hamdulillah, hari ini, keinginanku itu tercapai.
Pukul 08:30, aku keluar rumah. Aku menunggu bus di mahattoh mutsallats. Lima menit kemudian, aku telah duduk dalam bus 993. Dalam perjalanan, aku perhatikan kehidupan orang Mesir seperti biasanya. Tidak ada perubahan. Seolah-olah tidak ada demonstrasi dalam dua hari ini. Padahal di internet, di mana-mana aku temukan berita yang meliput demonstrasi di Mesir. Bahkan, tanggal 6 April 2008 kemaren, disinyalir sebagai "Hari Revolusi Mesir". Sejak awal memang aku tidak percaya, ada revolusi yang dilakukan oleh masyarakat sipil itu. Sebab, kekuatan militer rezim Husni Mubarok, lebih kuat dibandingkan Soeharto. Dan menurutku, Husni Mubarok akan jatuh, manakala ditempuh seperti presiden sebelumnya, Anwar Sadat, yaitu ada dari militer yang menembaknya.
Bayangan carut-marut perpolitikan dan krisis ekonomi Mesir itu hilang. Aku turun di depan masjid Rob'ah El-'Adaweyah, Nasr City. Aku langsung menuju Darul Munasabat —tempat walimatul 'ursy Fahri dan Aisha dalam novel "Ayat-Ayat Cinta". Di sana, peserta sudah banyak yang datang. Di meja registrasi, seorang teman berkata, "Wah, kok Udo jadi peserta, Udo kan udah jadi trainer?"
"Bagi teman-teman Masisir, ana memang trainer. Namun, bagi tamu dari Indonesia, ana hanya seorang peserta. Maka siapapun yang datang dari Indonesia, aku ingin belajar banyak dari mereka. Inilah saatnya, aku menambah ilmu!" ujarku sambil menyodorkan uang 10 pound dan 2 lembar foto berukuran 4x6. Aku masuk ruangan. Ternyata, setengah kursi, sudah penuh. Aku duduk di bagian belakang. Namun, Ferli, protokoler Bu Marwah selama di Mesir, mempersilahkan aku untuk duduk di depan. Aku duduk di samping Bu Alita (Alita Marsandi, sekretaris Bu Marwah) yang mengoperasi Laptop selama pelatihan.
Aku memilih duduk di depan, bukan karena merasa orang penting. Tapi, mataku tidak jelas, sebab mataku sebelah kiri minus 3, sedangkan yang kanan hampir tidak berfungsi. O iya, sedikit cerita, mata kananku tidak berfungsi karena, ada pendarahan dalam syaraf mataku. Itu akibat sewaktu SMP, ada guru killer marah gara-gara teman-temanku sekelas ribut, dan ia ngamuk sambil membawa bendera kecil yang biasa di tarok di meja guru. Nah, bagian bawah bendara itu, ia pukulkan sekuat tenaga ke kepalaku tiga kali. Dan selama di Indonesia, aku telah berusaha berobat di tiga rumah sakit —RSU Slamet Garut, RS Mata Cicendo, dan RS Cibuluh Bogor. Namun, tidak sembuh. Ah, mudah-mudahan Allah mengampuni guruku itu dan aku tidak pernah melakukan seperti yang ia lakukan.
Kembali ke Darul Munasabat. Dengan kagum, aku memandang layar OHP. Di sana terpampang, foto-foto pelatihan MHMMD di Indonesia. Tiba-tiba, Afrina, ketua Wihdah —organisasi induk mahasiswi Indonesia Mesir, mendekati dan berkata, "Do, barusan saya cerita tentang buku Quranic Quotient Udo. Trus, Bu Marwah, pengen liat. Udo bawa gak?"
"Al-hamdulillah udo bawa" jawabku sambil mengambil Quranic Quotient dalam tas.
" Ya, udah, mumpung Bu Marwah lagi nyantai, udo aja yang ngasihin!" kata Afrina.
Aku mendekati Bu Marwah yang duduk paling depan di barisan peserta perempuan. Aku memberikan bukuku kepada beliau sebagai hadiah. Beliau melihat-lihatnya. Aku sedikit menceritakan isi buku itu, sekaligus minta izin, sebab aku menceritakan beliau dalam bukuku. Saat itu pula, aku teringat dengan buku yang sedang aku tulis, maka tanpa berpikir panjang aku berkata, "Bu, sekarang saya sedang menulis buku, lanjutan dari buku ini, bisa enggak Ibu, memberikan pengantar dalam buku itu?"
"Boleh, dengan senang hati!"
Karena acara akan dimulai, maka aku kembali ke tempat dudukku. Dari awal sampai akhir, acara itu aku ikuti dengan serius. Aku tidak hanya memperhatikan materi MHMMD, melainkan semua proses pembelajaran, cara berbicara Bu Marwah, metode, sarana-prasaran, kondisi, dan semua hal yang menyakut pelatihan itu. Sebab, aku ikut acara pelatihan MHMMD, selain ingin menambah ilmu dan memperbaiki diri, aku ingin belajar bagaimana menggelar sebuah pelatihan pengembangan diri. Selama ini, aku lebih banyak pelatihan menulis dan kaderisasi di sebuah organisasi. Insya Allah, libur musim panas nanti —Juni s/d Oktober 2008— rencananya, aku akan menggelar acara Manajemen Ahsanu TAqwim (MATA) sekaligus bedah buku Multiple Success: 7 Kunci Meraih Sukses Dunia Akhirat.
Pertemuan dengan Bu Marwah, benar-benar sebuah berkah bagiku. Betapa tidak, lewat beliau aku dapat ilmu baru, dapat motivasi, dapat pencerahan, dapat promosi gratis (sebab di tengah acara beliau memperlihatkan buku Quranic Quotient, sehingga para peserta tahu akan keberadaan bukuku), dan aku mendapat buku beliau; buku Mengelola Hidup & Merencanakan Masa Depan (MHMMD).
Waktu aku memberikan buku Quranic Quotient, beliau meminta tanda tanganku. Makanya, giliranku, yang meminta tanda tangan dalam buku beliau. Dalam buku MHMMD itu, ada juga pesan Bu Marwah. Ini bunyinya: "SALAM, SAYA TUNGGU KARYA-KARYA BESARNYA!" Dalam perjalanan pulang ke rumah, pesan itu menggema dalam hatiku. Aku pun berdo'a: "Ya Allah, bantulah hamba melahirkan karya besar itu!"
* * *
NB: Kepada yang telah membaca tulisan ini, Udo minta do'anya, semoga Udo dapat memenuhi pesan Bu Marwah itu.
 | Semangat kang! sayang saya ga ikut acaranya bu marwah kmren..nyesel juga.. |
 | Sukses ya, Udo. Maaf tidak memberikan komentar di bukunya yg dulu. Soalnya saya tidak memiliki buku tersebut. jadi tidak bisa mengoentarinya:) Sekali lagi. Tahniah:) |
 | Baru tahu tentang mata Udo, wah gurunya berlebihan sekali ya... |
 | Assalamu'alaikum Wr Wb... Udo...kalo dulu saya manggil kak Yamin, semoga Allah selalu memberikan kemudahan dalam segala usaha kakak membuat sebuah karya yang tentunya, Insya Allah bermanfaat bagi seluruh umat manusia. Amiin ya Robbal 'aalamiin. |
 | semoga bisa menghasilkan karya terbaik ya mas sukses selalu.... |
 | Didoakan semoga diberikan kelancaran, berkah dan anugerah dalam setiap rencana besara mas udo. Amiin. |
 | Salut, buat mu Marwah, buat Udo, dan buat rekan2 di mesir sana yg dengan semangatnya mempunya cita2 untuk maju, maju demi diri sendiri dan demi bangsanya. Semoga kelak udo bisa melahirkan karya2 besar yang nyata buat bangsa dan negara ya udo, amiiiinnn.... |
 | bagaimana cara mendapatkan kedua buku itu disini ya... |
 | iya bang kita doakan insya Allah... Terus berusaha menjadi Ahsanuhum Khuluqon wa Anfa'uhum lin nas... tapi jgn bang udo terus lah yg didoain, kita juga minta doa biar bisa membuat karya2 juga..D |
 | buku quranicnya bahasa indonesia kan ammu?..aku mau donk beli.....tar klo diindo aku ditanya siapa penulisnya/ aku jawab,'' dia tetanggaku loh..kekeke |
 | Salut, buat mu Marwah, buat Udo, dan buat rekan2 di mesir sana yg dengan semangatnya mempunya cita2 untuk maju, maju demi diri sendiri dan demi bangsanya. Semoga kelak udo bisa melahirkan karya2 besar yang nyata buat bangsa dan negara ya udo, amiiiinnn....  iya, salut itu kita alamatkan ke Bu Marwah, sebab udo belum berbuat apapun untuk bangsa. beda dgn Bu Marwah, telah malang melintang baik sebagai organisatoris di ICMI, sebagai politikus di Golkar, sebagai trainer di MHMMD, terutma yang paling udo saluti adalah beliau sebagai ibu dari anak-anaknya. Beliau selalu menemani anak-anaknya saat ujian meskipun harus meninggalkan acara penting di ICMI, Golakar, MHMMD, dll |
 | Rabbana yusa'idukum wa yusaa'iduna sama-sama mendoakan amu, moga kita semua bisa meiahirkan Karya2 besar sesuai dengan bidang kita semua amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin
|
 | semangat yach udo,salam buat sikecil yang lucu2 |
 | Horash Ustadz Udo..!! Gimana kabar antum beserta keluarga?? salam sukses buat Udo,dari Tanta.Maaf nie belum bisa ngasih masukan buat "Qur'anic Quotiennya" antum.Iyaah,gimana yah? saya kan belum punya dan membacanya.Tapi satu saat,insya Allah sy akan ngirim mail saja gmn? sekalian sy juga ingin berbagi.Kalo boleh sih.Tapi satu hal yang ingin sy katakan pada antum,setelah baca tulisan antum (di Modul ORMABA,Multiple Achievmentnya KPMJB,makalah SMS SINAI & di blog antum,dll) adalah "inspiratif banget" buat saya.Makasih buuuuanyak Ustadz yaah.Oia,tentang mata antum,sebetulnya kita sama.Mata saya yang kanan,udah nggak berfungsi sejak saya lahir.Sampai ketemu Ustadz!! |
 | Assalamu'alaikum WrWb. Saya baru saja pulang dari menunaikan ibadah Umra di Tanah Suci dan melihat posting Udo tentang Marwah. Saya senang sekali melihat komentar Udo, Bu Marwah kebetulan satu kampus dengan saya di American University pada 1985 - 1987. Saya sedang mengikuti program master in development management sedangkan Beliau sedang mengikuti program Doktor di bidang komunikasi. Sejak itu saya bersahabat cukup akrab dengan Beliau karena sama2 aktif di partai yang sama hingga sekarang. Beliau memang perempuan yang sangat cerdas dan rendah hati. |
| |