Cairo--udoyamin.multiply.com, "Siapa yang pernah minum sungai Nil, maka akan datang lagi ke Mesir berkali-kali". Pepatah ini terbukti pada Habiburrahman El-Shirazy —Kang Abik. Dua bulan yang lalu, Kang Abik datang ke Mesir bersama rombongan IKAPI dan Tapak Tilas Ayat-Ayat Cinta, kemaren, Rabu (16/04) beliau membawa kru film "Ketika Cinta Bertasbih" (KCB) ke Mesir. Tentu saja kedatangan mereka, tidak disia-siakan oleh para mahasiswa Indonesia Mesir (Masisir) untuk berdialog. Maka Rafi'i Travel Group mensponsori acara "SARASEHAN Bersama Kru Film Ketika Cinta Bertasbih" di Wisma Nusantara.
Acara yang dimoderatori oleh Nidlol Masyhud, Lc., itu, mulai ba'da Maghrib. Di depan ratusan Masisir, hadir Dani, produser dari SinemArt; Chairul Umam, sutradara film KCB; Imam Tantowi, penulis skenario; Kang Abik, penulis novel KCB; Umar Lubis, artis blasteran Indonesia-Mesir, dan beberapa kru film KCB.
"Rombongan kami sebanyak dua puluh orang", ujar produser SinemArt tampil sebagai pembicara pertama, "tujuan kami ke sini untuk hunting film KCB sekaligus mengusahakan agar bisa shooting di Mesir." Ia juga menjelaskan bahwa mereka berada di Negeri Seribu Menara selama sepuluh hari.
Chairul Umam, sambil melihat jam tangannya, beliau berkata, "Saya tidak bisa ceramah. Ditambah lagi, sangat ngantuk. Betul di sini, ba'da maghrib, tapi ini waktu saya tidur di Indonesia. Sebaiknya, kita dialog saja!"
"Sembilan puluh delapan persen, skenario sudah saya tulis", pembicara ketiga, Imam Tantowi, mulai bicara, "namun, setelah menyaksikan langsung sungai Nil, banyak ide yang bermunculan dalam otak saya, untuk mengubah naskah saya itu!"
Setelah mereka bertiga bicara, Nidlol langsung membuka acara dialog sekaligus tanya jawab. Para peserta banyak mengangkat tangan. Satu persatu, mereka dipersilahkan oleh moderator untuk menyampaikan saran, masukan, dan pertanyaan.
"Belajar dari kegagalan MD Picture shooting Ayat-Ayat Cinta di Mesir", kata Dani untuk menjawab pertanyaan kesiapan SinemArt dalam membuat film KCB di Mesir, "selain kami menempuh prosedur dan memenuhi ketentuan yang berlaku, kami juga meminta Umar Lubis, agar membantu kami melakukan lobi-lobi di Mesir. Yang jelas, kami telah menghubungi pihak kedutaan Mesir di Jakarta!"
Chairul Umam, menegaskan bahwa KCB, bukan hanya film religius, melainkan sebagai film dakwah. Beliau juga menceritakan beberapa film yang pernah dibesutnya, diantaranya: Alkautsar, Titian Serambut Dibelah Tujuh, Nada dan Dakwah, Fatahillah, dan yang lainnya.
Sedangkan Imam Tantowi, mengatakan, "Saya semaksimal mungkin, ingin membuat skenario yang sama persis dengan novelnya!" Kemudian beliau, menjelaskan perkembangan dunia perfilman di Indonesia.
Karena banyak pertanyaan yang ditujukan —terutama tentang film Ayat-Ayat Cinta (AAC)— kepada Kang Abik, maka beliau berbicara. Sebagai penulis novel AAC, beliau telah berusaha sekuat tenaga agar film itu sesuai dengan novelnya. Hanya saja, beliau tidak memungkiri bahwa film ACC ada banyak kekurangan, meskipun cukup booming di Indonesia, hingga Asia Tenggara. Oleh sebab itu, dalam membuat KCB ini, Kang Abik ikut serta dalam menentuan pemain, skenario, dan yang lainnya. Dihadapan para mahasiswa Al-Azhar, beliau berpesan, "Sudah saatnya, kita melakukan amal jama'i dan berusaha membuat sunnah hasanah —trend setter— dan saya sangat sedih, jika ada alumni Al-Azhar justru ikut-ikutan dengan trend yang ada, secara pragmatis, tanpa memperjuangkan idealisme keislaman!"
Umar Lubis —bintang film sinetron, putra staff KBRI Mesir, Nabila— ikut tampil bicara. "Saya, insya Allah, akan berusaha, film KCB, bisa shooting di sini. Dan saya berpesan, kepada teman-teman mahasiswa Indonesia Mesir, jadilah kalian duta-duta budaya di sini!"
Dalam acara Sarasehan itu, terlihat Al-Ustadz Abu Ridho, sebagai konsultan keagamaan untuk membuat film KCB. Ini sangat penting, agar film KCB sesuai dengan ajaran Islam, seperti di dalam novelnya dan benar-benar sebagai film dakwah.
Sebelum acara ditutup, tampillah Da'i Nada --group nasyid acapella Masisir yang telah masyhur di Timur Tengah, bahkan telah muncul di 20 channel televisi internasional-- untuk menghibur para peserta. Pukul 23:00 waktu Kairo, acara Sarasehan berakhir. (udo yamin majdi)
 | makasi udo liputannya lengkap dan penyampaiannya oke banget :) jadi pengen ngikutin terus beritanya walau belum baca novelnya :D
|
 | Pepatah minum air sungai Nil itu benar ya? Maksud saya apakah seseorang benar-benar minum air dari sungai Nil? (maaf ingin tahu) |
 | Makasih mang Udo.. Wah laporannya lengkap nich.. Saya kasih tahu teman2 nanti di jurnal saya nanti.. Makasih mang Sekali lagi Dan selamat ya Mang dapat finalis saringan untuk karyanya telebih fdi lomba menulis Helvy Tiana Rosa..Mabruk, n semoga menang lagi yah.. |
 | Makasiy laporannya Udo :-)
Mudahan ya Udo, bisa lebih maksimal lagi filmnya nanti :-) Bagaimanapun, AAC adalah sebuah awal, jadi sangat2 wajar ada kekurangan disana sini. |
 | Bagaimanapun, AAC adalah sebuah awal, jadi sangat2 wajar ada kekurangan disana sini.  yup, alhamdulillah, kekurangan itu, udah udo sampaikan sama Kang Abik, dan juga udo sampaikan kepada Pak Imam Tantowi agar dlm membuat skenario KCB, mahasiswa Mesir jgn dibunuh karakternya seperti dalam film KIAMAT SUDAH DEKAT (digambarkan mahasiswa mesir, tidak ikhlas) dan Ayat-Ayat Cinta (Fahri digambarkan merasa sombong sehingga diuji Allah), smoga di KCB tidak terjadi lagi, toh kalau ada kekurangan pada tokoh, jgn pada karakter, tapi hal2 yg manusiawi saja |
 | Makasih nih liputannya... wah, jadi penasaran ama pemainnya.. :) |
 | Waduh kemarin saya ga ikut, padahal rumah dekat Wisma. Tapi tak apalah, penasaran terbayar oleh tulisan Udo ini.Mutasyakkir awwi, Udo |
 | Amien... sama-sama, Udo Syukron (lagi) |
 | Kalau ada orang Mesir turun dari sedan, mendekati orang yang sedang menyiram bunga di taman, tiba-tiba minum air dari selang air >>> Senyum ajah... :) :) :) |
 | Nunggu perkembangan filmnya ah... Di Mesir nggak audisi juga? |
 | Dek, Mahasiswa Mesir cukup untuk belajar aja, jangan direpotkan yang lain..he he he Apalagi main film, ..Tapi terserah dhing.. |
 | Hemm..Ditunggu kabar selanjutnya |
 | wah kapan ya saya bisa ke sana.. beneran mau banget  |
 | ass, semoga filmnya sesuai dengan yang kita harapkan. |
 | kang Abik ganti gandengan, mudah2an lebh bagus yah.... |
 | dtunggu deh filmnya..;) eh ada yg nanya gk soal pmbicaraan kang abik d mkasar wkt konfrensi pers AAC yg trkesan sombong? trus trang sy agak kcewa soal itu. tp msih ragu (tpatnya mngharap) jangan2 yg dkabarkan itu gk seluruhnya benar. |
 | Thanks liputannya Udo Yamin. Moga nanti filmnya juga bisa sukses!!! |
 | wah, aku juga jadi pengen minum air sungai Nil juga, Pak Udo ^_^.. (berarti harus ke sana dulu yah ^_^) Makasih ya Pak Udo buat liputannya... |
 | wah produsernya sinemart, pesimis bisa jadi film yang bukan film komersil? |
 | wah kang abik dari hongkong langsung terbang ke mesir...waaah pasti cuapek bangets ...;) |
 | Kayaknya yang cocok jadi Khairul Azzam nya nanti si Dude Harlino dech soale track record nya sebagai pemain sinetron dia aktingnya bagus, dan secara kepribadian orangnya baik dan religius..halah koq malah kasih masukan..*siapa yang minta?*..he..he.. |
 | Kapan, ya bisa ketemu teman-teman penulis di Mesir |
 | Kapan, ya bisa ketemu teman-teman penulis di Mesir |
 | Terima kasih atas info nya ... Alhamdulillah, kali ini rumah produksinya SINEMART. :) ..... Lumayan bisa tenang :) ... Padahal saya berharap rumah produksi yang biasa menaungi Garin Nugroho, MILES, atau KALYANA SHIRA, atau yang membuat NAgABONAR JADI 2 .... Tapi tidak apalah, saya benar2 ingin menyaksikannya. Di tengah dahaga kita akan film2 keagamaan, kini akan muncul pula KCB dan Laskar Pelangi :) ... |
 | semoga film KCB bisa sukses adik baca bukunya aza dah bikin perasaan adik kayak "gado-gado" keren..... yah semoga bisa cepat terealisasi dan bisa menjadi film dakwah yang OK poenya.... thanx kak Udo atas liputannya |
 | semoga film nya sama dengan novelnya |
 | thx liputannya. ijin copas lagi... jazakumullah khair. |
 | mengenai novel ayat2 cinta dengan filmnya banyak perbedaanya lebih bagus novelnya terus ketika cinta bertasbih lom baca nih novelnya kapan filmnya di rilis masih lama kaliii. |
 | siapa yang pernah minum air sungai ciliwung akan muntah berkali-kali ... |
 | Huaaaa... buku KCB 2 ku masih di indooo.. belum bisa bacaaa..:( Doakan semoga suatu saat aku jg bisa maen ke cairo yah, dan minum air sungai nil juga. Amiiinnn :) |
 | wachhhhhh luar biasa sekali....minggu kemarin kang abik baru datang sini pak he he he..HK |
 | mari kita sama-sama dukung film nasional kita yang bermartabat dan memiliki makna serta pelajaran yang baik bagi penikmatnya. Insya Allah |
 | mudah-mudahan lebih baik dari AAC :) |
 | semoga lebih bagus dari hasil film AAC, dan lebih sukses juga! |
 | alhamdulillah... kekecewaanku trjawab dg KCB versi da'wah...semoga HADE EUY... |
| |