Udo Yamin's posts with tag: info
Assalamu'alaikum Wr Wb
Sahabat semua... Ini sebuah peluang bagi Anda, untuk mengenal lebih dalam tentang Word Smart Center. Maka dengan penuh persahabatan dan cinta, kami mengajak Anda bergabung di milis wordsmartcenter@yahoogroups.com
SEKILAS TENTANG KAMI
WORD SMART CENTER berawal kepedulian, keprihatinan, dan tanggungjawab beberapa orang --baik itu mereka sebagai bagian dari penduduk dunia, umat Islam, kader bangsa, mahasiswa Indonesia Mesir, maupun peran mereka sebagai pribadi- terhadap dunia tulis menulis. Maka pada tanggal 29 Januari 2008, tercetuslah ide untuk membuat milis word-smart@yahoogroups.com. Namun kemudian, pada tanggal 25 Juni 2008, milis tersebut berubah menjadi wordsmartcerter@yahoogroups.com. Selanjutnya, anggota milis ini berinisiatif untuk membentuk sebuah komunitas sebagai tempat belajar mengasah kecerdasan berbahasa (berbicara, mendengar, membaca, dan menulis) atau sering disebut dengan istilah Word Smart dan untuk menghubungkan para pecinta buku --pemilik naskah (penulis, pengarang, dan penerjemah), pengolah naskah menjadi buku (penerbit dan percetakan), penjual buku (distributor dan toko buku), pengelola pusat atau tempat buku (taman baca), dan para pembaca buku.
VISI
"Mencerdaskan bangsa Indonesia dan umat manusia melalui budaya literasi dan dunia perbukuan"
MISI
" Sebagai lembaga pelatihan menulis untuk melahirkan jaringan penulis, pengarang, jurnalis, dan penerjemah; " Sebagai konsultan dan leterary Agency (Agen Naskah) untuk membantu para penulis dalam menyelesaikan masalah yang mereka hadapi dan menolong para pemilik naskah dalam mencari dan menghubungi para penerbit; " Sebagai penerbit, distributor, dan toko buku untuk memudahkan para pembaca menemukan buku-buku yang bermutu; " Sebagai taman baca untuk membantu pemerintah dalam mencerdaskan masyarakat.
MOTTO "Connecting Book Lover"
PROGRAM Untuk sementara ini, sedang all out menyelenggarakan Sekolah Menulis SMART (Sistim Menulis Asik, Reguler, dan Terpadu) secara offline dan On-Air lewat Radio Community Jerman stasiun 2 di Cairo.
Alamat untuk saat ini: Address: Bld. 101/19 Mutsallats Station 10th District Nasr City Cairo-Egypt; Telp/Hp (002-02) 24484236/0100380728 (atas nama: Udo Yamin Majdi)
ANTI SPAM: Milis ini sangat ANTI SPAM! Bagi anggota yang mengirim spam atau pesan-pesan tak berguna lainnya, keanggotaannnya langsung dihapus.
CARA BERGABUNG:
1. Silahkan kirim e-mail kosong ke alamat ini: wordsmartcenter-subscribe@yahoogroups.com, atau;
2. Silahkan lewat group yahoo, caranya: - Klik tulisan "Yahoo!" di sebalah kiri atas e-mail Anda; - Klik tulisan "Groups" pilihan nomor lima di bagian kiri yahoo group; - Lalu tulis di kolom "Search" di bagian tengah nama milis "wordsmartcenter"; - Setelah milis tersebut muncul, klik nama milis, nanti akan muncul "home" milis yang berisi diskripsi atau tanda pengenal milis; maka klik "Join This Group!" sebelah kanan atas atau bawah, - Selanjutnya, isi "Comment to Owner" dan kode di bagian bawah, baru kemudian klik "join". - Karena milis dimoderatori, maka keanggotaan Anda masih pending, hingga diapprove oleh moderator;
3. Apabila Anda masih bingung juga, maka kirim e-mail ke: wordsmartcenter@yahoo.com, nanti kami invite e-mail Anda, selanjutnya Anda join sebagaimana kami jelaskan pada nomor 2 di atas.
Selamat bergabung. Dan sebuah kebahagiaan bagi kami, manakala Anda menyempatkan diri untuk memporward e-mail ini kepada teman atau milis yang telah Anda ikuti. Semoga Allah membalas segala kebaikan Anda.
Wassalamu'alaikum Wr Wb
Moderator
===============================
Sumber: milis wordsmartcenter@yahoogroups.com
Assalamu'alaikum Wr Wb. Setelah membuka program "Sekolah Menulis SMART Offline" di kalangan mahasiswa-mahasiswi Indonesia Mesir, Word Smart Center Cairo bekerjasama dengan radio Community membuka program Sekolah Menulis SMART On-Air. Ini sebagai jawaban dari permintaan beberapa teman-teman di berbagai negara yang menginginkan belajar menulis bersama Word Smart Center. Acara "Sekolah Menulis SMART On-Air" diasuh langsung oleh Direktur Eksekutif Word Smart Center, Udo Yamin Majdi, setiap hari Rabu pukul 15:00 Waktu Cairo (19:00 WIB). Mulai Rabu besok, tanggal 6 Agustus 2008. Delapan pertemuan, dengan materi berikut ini: 1. Pengantar Menulis (motivasi, pengetahuan, dan keterampilan menulis); 2. Fiksi (cerpen dan novel); 3. Non-fiksi Faktual (Berita dan Feature); 4. Non-Fiksi Opini (Opini, kolom, esai, resensi, cathar, memoar, biografi, dan autobiografi); 5. Non-Fiksi Ilmiah (Makalah, Artikel Ilmiah, proposal dan laporan penelitian); 6. Menulis naskah buku dan menerbitkannya; 7. Menulis di website dan blog; 8. Pengembangan diri Penulis (Manajemen diri dan manajemen waktu bagi penulis). Bagi yang baru mengetahui radio Community, silahkan add ID q2eradio@yahoo.com, ketik browser internet di http://play.communityradio.info atau buka website www.qommunityradio.net Gunakan program Winamp atau Real Player untuk mendengarkan. Demikian info ini kami sampaikan, tolong sebarkan berita ini kepada teman-teman yang lain. Wassalamu'alaikum Wr Wb.
Assalamu'alaikum Wr Wb. Pada acara Talk Show Kepenulisan hari Ahad tanggal 3 Agustus 2008 di Pasangrahan KPMJB, alhamdulillah peserta Sekolah Menulis SMART angkatan pertama, telah registrasi ulang dan tidak hadir tercantum di bawah ini. Bagi yang tidak hadir pada acara Talk Show (sudah mendaftar, namun belum registrasi ulang) atau merasa telah mendaftarkan diri, namun belum kami cantumkan namanya, maka segera hubungi kami telp/hp 24484236/0100380728 (Ami R. Muslimah) atau kirim e-mail ke worsmartcenter@yahoo.com. atau datang pada pertemuan perdana pada hari Ahad tanggal 10 Agustus 2008 di Rumah Budaya AKAR Musallats. Berdasarkan kesepakatan peserta dengan mentor, maka waktu dan tempat belajar berikut ini: Setiap hari Senin pukul 15:00 s/d 19:00 di KMA Setiap hari Ahad pukul 14:30 s/d 18:30 di Rumah Budaya "AKAR" Demikian pemberitahuan kami, kepada teman-teman yang merasa kenal dengan peserta yang belum registrasi ulang, maka kami minta bantu untuk menyampaikannya. Wassalamu'alaikum Wr Wb Panitia ============================================= YANG SUDAH REGISTRASI 1. Abdillah 2. Abdu Rahman S 3. Abdul Halim Ramli 4. Abdullah Mubarok 5. Adin Mustofa 6. Agus Adi Priyanto 7. Agus Burhanuddin 8. Agus Salim 9. Ahmad Gunawan 10. Ahmad Iqbal 11. Ahmad Muhammad 12. Ana Fadhilah 13. Andika Mahardika Nurdin 14. Annisa Rachmawati 15. Anzila Azraq 16. Arya Nirwana S 17. Asgar Moh. Sarpan Korona 18. Asmofur 19. Bashir 20. Dhiauddin 21. Dian Farah Yuna 22. Diana Rohatul Faridah 23. Didi Suardi 24. Erna Dewi 25. Fajriansyah 26. Fathonah Abu Bakar 27. Faudhari 28. Ferri Adriansyah 29. Furqon Ar-Rasyid 30. Hanafi 31. Hanif Muhammad Dahlan 32. Hidayatullah Ahmad Fajri 33. Hilal Nasruddin 34. Imas Jihan Syah 35. Iswar Sukarsa 36. Jaja Juwita Ilyas 37. Lady Eka Rahmawati 38. M. Aidil Fajri 39. M. Firdaus Lahmuddin 40. M. Aqsha 41. M. Khoyrurrizal 42. M. Kafrawy 43. M. Nasruli Chusna 44. M. Khoyrur Rizal 45. Maramita El-Fanani 46. Martina Musfiani 47. Masyithah Jailani 48. Maulana Al-Qadri 49. Meyfi Datunsolang 50. Moh. Luthfi al-Anshori 51. Muhammad Aqsha 52. Muhammad Fuad Arif 53. Muhammad Hafiz Auji 54. Muhammad Haris F. Lubis 55. Muhammad Husni Mukhtar 56. Muhammad Nur Sa’id 57. Muhammad Syakir 58. Muhammad Yasin Jumadi 59. Muhyiddin Wincolis Natuah 60. Mursalin Abdu Ghani 61. Mursyalin Basyah 62. Nurdin Afud 63. Nurfathonah 64. Nurul Faizah 65. Putra Adi Perwira 66. Rahmat Zul Azmi 67. Reza 68. Riza Fadli 69. Rizal Ichsan Anwar 70. Rizka Abidah 71. Rizki Syahputra 72. Roisul Fatah Madhuri 73. Sari Rahmawati 74. Siti Mukarromah 75. Siti Ruhayya 76. Yermijal Firdiani 77. Yusfit Helmi 78. Yusri Noval 79. Zahrul Bawady M. Daud 80. Zainul Mustofa Yang Belum Registrasi (Tidak Hadir) 1. Abdul Mun’im 2. Abu Sa’id Attobari 3. Ahlam Irfani 4. Arika Dyna 5. Edy Wiyono 6. Ghulam Muhyidin 7. Hidayatullah Ismail 8. Mahmud Ridlo 9. Malingkai Ilyas 10. MS. Hidayatulloh 11. Nuryorda Faizah 12. Pohan 13. Salehudin Kasran 14. Sofyan Halim 15. Zaki 16. Rian Perodeka
Bermula dari sabda nabi, Udo Yamin Majdi, penulis Qur’anic Quotient: Menggali & Melejitkan Potensi Lewat Al-Quran, meniti hidup ini lewat dakwah bil qolam. Udo Yamin bersama kawan-kawan mempersembahkan kepada Masisir, sebuah komunitas bernama Word Smart Center (WSC). Dan informasi WSC ini, melalui pengumuman Sekolah Menulis SMART (Sistem Menulis Asyik, Reguler dan Terpadu) sering mengisi inbox e-mail atau offline Yahoo Messenger kita akhir-akhir ini. Oleh sebab itu, sore selepas Asar, Jum’at 11 Juli, di kediamannya, perbatasan antara Mutsallats dan Saqr Quraisy, Direktur Utama WSC ini bertutur banyak kepada kru Trobosan. “Ini berangkat dari paradigma saya, bahwa sebenarnya, yang kita cari dalam hidup ini, tidak lebih dari hal ini: cari rizqi, cari ilmu dan cari pasangan hidup. Dan Nabi telah menjelaskan bahwa, Idzâ mâta ibnu Adam, inqatha’a ‘amaluh illâ min tsalâts; shadaqah jâriyah, ilm yuntafa’ bih, walad shâlih yad’û lah. Lantas, apa hubungan antara tiga hal yang kita cari, hadis nabi, dan tujuan Udo menulis? Secara panjang lebar, Udo menjelas, berikut ini: “Pertama, saya menulis untuk shadaqah jariyah (to live). Saya butuh makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, dan kebutuhan biologis lainnya. Untuk meraihnya, saya butuh duit. Untuk dapat duit, saya butuh sebuah pekerjaan. Salah satu pekerjaan yang sesuai dengan sikon, kemampuan, dan kemauan atau hobi saya adalah menulis. Dari menulis ini, saya bercita-cita, mengikuti langkah Kang Abik dengan Pesantren Karya BASMALA; Andrea Hirata dengan Laskar Pelangi in Action (sekolah gratis), dan yang lainnya. Kedua, saya menulis untuk al-‘ilmu yuntafa’u bihi (to learn). Sebagai santri dan da’i, saya wajib menyampaikan ilmu. Para nabi dan rasul serta salafush shâlih, dalam berdakwah mereka menggunakan sarana yang sedang berkembang pada saat itu. Menurut saya, yang berkembang saat ini adalah teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK). Oleh sebab itu, selain berdakwah bil lisân, saya harus dakwah bil qalam lewat media TIK tersebut, baik itu lewat buku, e-book, blog, milis, media massa, dan yang lainnya. Ketiga, saya menulis untuk waladin shalihin yad’u lahu (to love). Saya dan isteri saya merumuskan visi, misi, dan strategi agar memiliki anak sholeh. Namun, semua itu, tak ada artinya, jika saya meninggal dunia. Agar proses pembentukan anak sholeh itu terus berlanjut, maka saya harus mendokumentasikan ilmu, pengetahuan, pemikiran, dan pesan dalam bentuk tulisan. Hal ini menjadi tradisi para ulama terdahulu, misalnya, Imam Ibnu Hajar menulis kitab Bulûghul Marâm untuk anaknya. Dan ternyata kitab itu, tidak hanya bermanfa’at untuk anak Ibnu Hajar saja, melainkan untuk kaum muslimin, bahkan kitab itu menjadi buku pegangan di berbagai pesantren di Indonesia. Dari 3 paradigma itu, Udo melangkah. Didukung pula oleh realitas —baik tingkat internasional, nasional, maupun lokal (Masisir)— menurut Udo, umat Islam terjangkit penyakit Al-‘Ajzi, ketidakberdayaan. Ada kemauan, namun tidak mampu. Di tingkat internasional, kita tidak berdaya melawan konspirasi yang mendiskreditkan umat Islam. Di tingkat nasional juga tak jauh berbeda. Teman-teman kita yang cenderung ke Barat, ke Sekuler juga cenderung mendiskreditkan Islam. Contoh terbaru, kasus FPI-AKKBB, umat Islam sulit bicara dan giliran bicara, selalu emosional. “Dan tingkat lokal, itu ada pada kita. Lihat aja milis PMIK. Teman-teman punya semangat membela Islam, tapi untuk mengartikulasikan dengan gaya bahasa sopan, mereka tak terlatih untuk menulis,” imbuhnya. Kaitannya dengan Masisir, belum hilang dalam ingatan kita dua agenda besar (Urun Rembug dan Lokakarya). Dalam 48 butir rekomendasi Lokakarya, ada dua butir yang berhubungan dengan dunia tulis menulis.(butir ke-5 dan ke-10). Udo menuturkan, “Bagi saya, kita tak hanya menunggu follow up Lokakarya. Itu mental yang harus kita ubah. Seharusnya kita bertanya, apa yang bisa kita lakukan untuk merealisasikan hasil lokakarya? Makanya, kita ingin menterjemahkan semua itu. Dan Word Smart Center, berusaha menjadi salah satu solusi dari sekian banyak persoalan Masisir.” Udo menceritakan, ide besar ini terlintas sejak kakinya menginjak Mesir 7 tahun lalu. Ide tersebut Udo obrolkan ke kawan-kawan. Namun mereka enggan menjadi pioner. “Saya sudah tawarkan di FLP sejak masa Indra Gunawan hingga Arif Friyadi, agar membentuk kelompok-kelompok kecil: ada kelompok cerpen, kelompok novel, kelompok esai, dan seterusnya. Namun entah mengapa, itu belum terealisasi juga. Makanya, saya coba merealisasikannya. Mudah-mudahan, teman-teman di FLP dan yang lainnya, tergerak. Dengan bismilah, kami melangkah!” tandasnya. Bahkan hal itu, Udo kemukakan kepada para alumni Masisir yang mengabdi lewat dunia perbukuan dan penerbitan, tapi sejauh ini belum ada tanggapan. Udo juga membantu karya Masisir terbit di Indonesia. “Saya sudah mendukung kawan-kawan, eh, malahan mereka terkatung-katung oleh alumni Masisir sendiri. Sebab alumni kita, bukan pemegang kebijakan di penerbit.” ujarnya. “Sederhana saja: jangan sampai kita kerja karena terpaksa. Kalau mau kerja di penerbit, siapkan dari sini sehinga bisa bargaining dan bersaing dengan yang lain di Indonesia!” Dalam berbagai kesempatan, Udo sering mengopinikan agar ada lembaga yang menghubungkan Masisir dengan praktisi perbukuan di Indonesia. Misalnya, Januari 2007 lalu, beberapa penerbit tergabung dalam IKAPI ke Mesir. “Dalam acara pertemuan di KPMJB, saya tawarkan ide ini, ternyata udah mau Januari lagi, belum ada action.” ceritanya. “Dengan niat lillâh, membentuk Word Smart Center. Dari sinilah, mudah-mudahan, ikatan alumni Masisir, lintas periode dan tempat, terbentuk tingkat nasional di Indonesia.” Lewat WSC, Udo menggedor Masisir. Lembaga yang bervisikan “Membangun Indonersia Lewat Gerakan Literasi dan Dunia Perbukuan” itu didirikan untuk menghubungkan para pecinta buku. Siapa pecinta buku? Ada 5 kelompok: pembuat naskah (penulis, pengarang, penerjemah), pengelola naskah (penerbit dan percetakan), distributor, toko buku dan pembaca. “Yang jago nulis, distribusi, desainer, ayo gabung ke sini. Kita bangun kekuatan. Ada dua hal yang kita jawab: kebutuhan Masisir tentang dunia tulis menulis dan peluang kerja dalam mengabdi kepada bangsa. Sesuai dengan motto WSC conneting book lover, menghubungkan para pecinta buku, saya yakin, jika saling bahu-membahu sejak di Mesir, maka akan mudah dalam membangun bangsa.” katanya. Dalam tahap awal, WSC terfokus pada: menyiapkan SDM, mematangkan konsep, dan program Sekolah Menulis SMART sebagai kaderisasi. Sekolah ini, ada 3 jenjang (dasar, tengah dan atas) selama 8 pertemuan dalam 2 bulan. Tingkat dasar, siswa (perkelas 20 siswa) diharapkan mampu memetakan aneka ragam tulisan. Targetnya, tiap kelas memiliki satu karya. Tingkat tengah, siswa dibagi beberapa tim. Targetnya mengetahui kecenderungan masing-masing (jurnalis, novelis dll) dan tiap tim membuat satu buku. Tingkat atas, targetnya tiap siswa menulis satu buku. “Untuk itu kita butuh mentor. Mentor utamanya saya, asistennya Rashid Satari dan Teguh Hudaya. Adapun mentor tamu, kita datangkan orang yang sesuai keahliannya.” imbuhnya. “Bila 1 tahun ada 100 siswa, 10 tahun ada 1000 siswa. Jika 10 persen saja, atau 100 orang yang jadi penulis sekaliber Kang Abik, bayangkan apa yang terjadi di Indonesia?” Target utamanya, dalam 2018, WSC memiliki sekolah menulis yang berfokus ke pesantren, memiliki penerbit World Smart Media, memiliki distributor sendiri, memiliki toko buku sekaligus taman baca. “Mumpung saya belum pulang, masih memungkinkan komunikasi dengan banyak kawan berbagai propinsi di sini,” tambahnya. Tangan Udo dkk sangat kecil mewujudkan rencana besar itu. Perlu tangan yang lainnya, agar Word Smart Center menjadi kado Masisir untuk bangsa. [ë] ====================================
Tulisan ini adalah hasil wawancara reporter buletin TROBOSAN dan pernah dimuat pada edisi lalu. Smoga bermanfa'at.
| Start: | Jul 3, '08 4:00p | | End: | Jul 31, '08 |
Ingin sekali menulis, tapi malas; sulit mencari bahan; susah mencari ide; sukar menentukan tema; bimbang memilih judul; tidak bisa membuat outline/kerangka/sinopsi tulisan; bingung mulai dari mana; Sudah mencoba menulis, namun tidak bisa fokus; sulit mengakhiri tulisan; mentok di tengah jalan; Punya naskah buku, akan tetapi kurang percaya diri menawarkan ke penerbit; atau sering mengirim artikel, namun sering ditolak media massa; Bercita-cita jadi penulis, hanya saja belum menemukan komunitas yang kondusif; Merasa butuh bantuan orang lain, namun sayang belum ada pembimbing atau mentor yang tepat? INI DIA SOLUSINYA! "SEKOLAH MENULIS SMART (Sistim Menulis Asik, Reguler, dan Terpadu)" ASIK. Tempat belajar in door dan out door gabungan dari metode Quantum Learning dan strategi pembelajaran Partisipatori; REGULER. Masa belajar 2 bulan, belajar seminggu sekali (8 pertemuan: 4 Agustus s/d 28 September 2008); TERPADU. Kurikulum perpaduan dari: motivasi kepenulisan (Writing Motivation), pengetahuan kepenulisan (Writing Knowlage) baik fiksi maupun non-fiksi, dan keterampilan kepenulisan (Writing Skill). Materi mencakup fiksi dan non-Fiksi. Lebih banyak praktek, bahkan selesai pembelajaran langsung menggarap proyek buku untuk diterbitkan di Indonesia. SIAPA MENTORNYA? Mentor Utama: Udo Yamin Majdi (Trainer & Penulis buku Quranic Quotient: Menggali & Melejitkan Potensi Diri Lewat Al-Quran) Mentor Asisten: Rashid Satari (Penulis freelance Hikmah dan Opini Republika) & Teguh Hudaya (cerpenis, mantan Ketua FLP Mesir) Mentor Tamu: Para penulis, pengarang, penerjemah, dan praktisi perbukuan Masisir DAPAT FASILITAS APA? 1. Sertifikat 2. Modul dan buku panduan: MENJADI PENULIS PROFESIONAL: Tiga Modal Dasar dan Sepuluh Kiat Menjadi Penulis Sukses; THE BEST STORY: Fiqh Menulis Sastra Islami; JOURNALIST or FREELANCE WRITER: Teknik Menulis Berita, Feature, Opini, Kolom, Esai, dan Tulisan Ilmiah Populer; MEMBUAT KARYA TULIS ILMIAH ITU GAMPANG!: Panduan Penulisan Makalah dan Artikel Ilmiah; AKU MENULIS, AKU ABADI: Kiat Sukses Menulis dan Menerbitkan Buku SMART BLOGGER: Kiat-kiat Menulis di Website & Blog APA SAJA SYARATNYA? 1. Mengisi formulir; 2. Pas Foto ukuran 2x3 sebanyak 3 lembar; 3. Biaya registrasi 40 Pound/orang; 4. Peserta terbatas maksimal 60 orang (tiga kelas) DI MANA DAN KAPAN PENDAFTARANNYA? 1. Lewat Telp/Hp 24484236/0100380728 (Ami Rahmawati) 2244837 (Agus Solahudin) 2. Lewat Email eska_mesir@yahoo.com/wordsmartcenter@yahoo.com 3. Lewat Restoran SEHATI : Mahattoh Mutsallats Nasr City Cairo 4. Waktu pendaftan : 1 s/d 31 Juli 2008 5. Registrasi ulang : 2 Agustus 2008 di Pasangrahan KPMJB bersamaan dengan acara “TALK SHOW KEPENULISAN: Mencerdaskan Indonesia Lewat Budaya Literasi dan Dunia Perbukuan” bersama Tokoh & Praktisi Perbukuan Masisir. Acara ini terselenggara atas kerjasama antara PERWAKILAN SEKOLAH KEHIDUPAN MESIR dengan WORD SMART CENTER CAIRO
| Start: | Jun 29, '08 11:00a | | End: | Jul 15, '08 |
Assalamu'alaikum Wr Wb COMING SOON! Untuk menyemarakan liburan musim panas Perwakilan Sekolah Kehidupan Mesir dan Word Smart Center Cairo akan menggelar acara: "Sekolah Menulis SMART (Sistim Menulis Asik, Reguler, dan Terpadu)" (Selama dua bulan, delapan kali pertemuan) Bersama Udo Yamin Majdi, penulis buku panduan menulis berikut ini: - MENJADI PENULIS PROFESIONAL: Tiga Modal Dasar dan Sepuluh Kiat Menjadi Penulis Sukses; - THE BEST STORY: Fiqh Menulis Sastra Islami; - JOURNALIST or FREELANCE WRITER: Teknik Menulis Berita, Feature, Opini, Kolom, Esai, dan Tulisan Ilmiah Populer; - MEMBUAT KARYA TULIS ILMIAH ITU GAMPANG!: Panduan Penulisan Makalah dan Artikel Ilmiah; - AKU MENULIS, AKU ABADI: Kiat Sukses Menulis dan Menerbitkan Buku - SMART BLOGGER: Kiat-kiat Menulis di Website & Blog Wassalamu'alaikum Wr Wb.
| Start: | Jun 28, '08 02:00a | | End: | Aug 30, '08 |
LOMBA MENULIS KISAH NYATA Kerjasama Perwakilan Sekolah Kehidupan Republik Arab Mesir (Eska Mesir) dengan Word Smart Center Cairo Pelajar dan Mahasiswa/i Indonesia Mesir adalah aset umat Islam sekaligus bangsa Indonesia. Waritsatu al-Anbiya yang berjumlah 5083 orang dan berasal dari berbagai propinsi seluruh nusantara itu, mayoritas belajar di Universitas Al-Azhar, mulai dari tingkat dasar dan menengah 199 orang, S1 4602 orang, S2 336 orang, sampai S3 26 orang. Sedangkan mahasiswa baru 2007/2008 ada 453 orang. Mereka tinggal di kota yang berbeda, Cairo 3.985 orang, Zaqaziq 80 orang, Manshoura 70 orang, Tanta 75 orang, Tafahna 120 orang, Damanhur 6 orang, Dimyath 15 orang dan di kota Alexandria berjumlah 5 orang. Selain berperan sebagai penuntut ilmu, terkadang mereka juga berperan sebagai aktifis, suami-isteri, ayah-ibu, bahkan bisnismen. Tentu saja keaneragaman asal daerah, asal sekolah/pesantren, strata pendidikan, spesialisasi, tempat tinggal, aktifitas dan jenis kerja itu, memiliki pengalaman, kisah, dan cerita yang berbeda pula. Dalam waktu yang sama, sebagai pelajar dan mahasiswa/i mereka dituntut untuk belajar mengartikulasikan pengalamannnya, baik lewat lisan maupun tulisan. Lebih jauh lagi, harus mengimbangi perkembangan informasi, teknologi, dan komunikasi. Berangkat dari latar belakang di atas, maka Perwakilan Sekolah Kehidupan Republik Arab Mesir (Eska Mesir) dan Word Smart Center bekerjasama menggelar acara Lomba Menulis Kisah Nyata sebagai sarana berlatih menulis, berbagi pengalaman, sarana dakwah, dan mendokumentasikan kisah hidup agar menjadi renungan, motivasi, dan inspirasi bagi siapa saja. TEMA: • Pengalaman sebagai pelajar atau mahasiswa/i, (proses pemberangkatan, saat studi di Mesir, atau detik-detik pulang ke Indonesia); • Pengalaman sebagai aktivis (baik almamater, kekeluargaan, PPMI, senat, ormas, orpol, dst); • Pengalaman sebagai suami-isteri (proses menemukan jodoh, aqad nikah, walimahan, mencari nafkah, kehidupan rumah tangga, dst); • Pengalaman sebagai ibu-ayah (saat hamil, melahirkan, mendidik anak, dst). PERSYARATAN PESERTA: 1. Berdomisili di Republik Arab Mesir; 2. Mahasiswa/i (S1, S2, atau S3); 3. Melampirkan biodata singkat, telpon/Hp, e-mail, dan alamat blog (bagi yang punya, baik multiply, blogspot, wordpress, maupun yang lainnya). PELAKSANAAN LOMBA: 1. Pengiriman tulisan dari tanggal 25Juni s/d 30 Agustus 2008; 2. Pengumuman pemenang lomba penulisan akan diumumkan pada tanggal 15 September 2008 di milis eska_mesir@yahoogroups.com dan wordsmartcenter@yahoogroups.com sekaligus di milis-milis tempat memposting pengumuman lomba; 3. Penyerahan hadiah dilaksanakan pada acara Pelatihan Menulis Eska Mesir dan Word Smart Center yang akan diselenggarakan pada akhir bulan September 2008; 4. 20 naskah terbaik (termasuk tiga juara) insya Allah akan diterbitkan di Indonesia dan royaltinya disumbangkan untuk kegiatan sosial Eska Mesir dan Word Smart Center. TATA CARA PENGIRIMAN TULISAN: 1. Peserta lomba dapat mengirimkan lebih dari satu naskah; 2. Panjang Esai 10-15 halaman, ukuran kertas A4, spasi 1,5, jenis huruf Times New Roman, ukuran huruf 12; 3. Naskah dan biodata dikirim dalam soft file ke e-mail: eska_mesir@yahoo.com dan di-cc-kan ke wordsmartcenter@yahoo.com. KRITERIA PENILAIAN: 1. Tulisan harus kisah nyata, baik kisah pribadi maupun orang lain; 2. Tulisan memiliki nilai manfaat, unik, berkesan, inspiratif, dan memberikan motivasi untuk senantiasa belajar ditulis dalam bentuk cerpen atau chicken soup for the soul; 3. Tulisan harus asli bukan saduran atau terjemahan; 4. Tulisan belum pernah/tidak sedang dilombakan; 5. Tulisan belum pernah dipublikasikan di media apapun; 6. Tulisan yang masuk menjadi milik penyelenggara lomba; 7. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat dan tidak diadakan surat menyurat (e-mail). HADIAH: 1. Juara I: Le. 300 (Tiga Ratus Pound), piagam, paket buku 2. Juara II: Le. 200 (Dua Ratus Pound), piagam, dan paket buku 3. Juara III: Le. 100 (Seratus Pound), piagam, dan paket buku 4. 20 pemenang hiburan akan mendapatkan piagam, mengikuti Pelatihan Menulis, dan paket buku JURI: 1. Tim Seleksi sekaligus juri dari Panitia; 2. Pipiet Senja (Penulis Senior dan Penerbit Jendela) 3. Nursalam Abdurrahman (Ketua Umum Sekolah Kehidupan Pusat Periode 2007-2008) PUSAT INFORMASI: • Udo Yamin Majdi (Hp. 0100380728/ Telp. 24484236, E-mail. udoyamin_majdi@yahoo.com) • Teguh Hudaya (Hp. 0103770437/ Telp. 24708427, E-mail. teguhhudaya@yahoo.com • Agus Sholahudin (Telp. 24484237, E-mail elgaruti@yahoo.com)
Assalamu'alaikum Wr Wb
Ini info tentang penipuan terhadap santri di sebuah pesantren di Indonesia dgn iming2 bisa kuliah di Al-Azhar padahal untuk dijadikan TKI. Semoga dengan kasus ini, masyarakat di Indonesia lebih berhati-hati lagi terhadap para CALO (mediator) GADUNGAN yang berusaha mencari keuntungan di balik nama besar Universitas Al-Azhar Cairo. Setidaknya, kalau ada anak, saudara, atau teman mau ke Mesir, bertanyalah kepada para mahasiswa yang sedang belajar di Mesir atau para alumni Mesir.
Wassalamu'alaikum Wr Wb
==============================================================
KBRI Bongkar Pengiriman Calon Mahasiswa Ilegal ke Mesir Monday, 06.16.2008, 02:56pm (GMT)
No: PR-01/VI/2008/PENSOSBUD
KBRI CAIRO BONGKAR PENGIRIMAN CALON MAHASISWA SECARA ILEGAL KE MESIR
1. Setelah mendapatkan informasi dari beberapa pihak, KBRI Cairo pada 3 Juni 2008, melakukan pengecekan ke sebuah lokasi di pinggiran kota Cairo yang digunakan sebagai tempat penampungan calon mahasiswa illegal. Dalam pengecekan tersebut, akhirnya terkuak adanya pengiriman 39 (tiga puluh sembilan) mahasiswa illegal (22 santriwati, dan 17 santriwan) dari Pondok Pesantren Darul Qolam, Gintung, Propinsi Banten, Jawa Barat. Dari penelusuran lebih lanjut, diperoleh informasi, bersama rombongan tersebut terdapat 6 (enam) orang wanita (yang diperkirakan akan dipekerjakan sebagai TKW), dan 2 orang calo terdiri 1 laki-laki WN Indonesia (berinisial “OF”) dan 1 wanita WN Mesir (berinisial “N”). Bersama rombongan juga diketemukan surat rekomendasi dari Kanwil Departemen Agama Propinsi Banten, yang diduga palsu;
2. Dalam menjalankan aksinya, calo menggunakan modus operandi meminta uang 17 juta rupiah kepada setiap korban dengan janji akan diterima di Universitas Al Azhar tanpa test masuk, mendapatkan beasiswa bulanan sekitar US$ 50 hingga selesai kuliah di Al Azhar, serta mendapatkan orang tua asuh Mesir (muhsinin). Selain itu, mereka juga dijanjikan dapat bekerja di keluarga Mesir yang bertindak sebagai orang tua asuh tersebut. Mengingat pengiriman legal calon mahasiswa Indonesia ke Universitas Al Azhar Mesir harus melalui prosedur yang dikoordinir oleh Depag (Departemen Agama) RI, calo mengirimkan para korban melalui Malaysia, dengan menggunakan visa Mesir yang diperoleh dari Kedubes Mesir di Malaysia;
3. Terkait dengan hal ini, KBRI Cairo telah melakukan beberapa langkah kebijakan. KBRI Cairo telah memberikan bantuan dan perlindungan bagi korban yang ditelantarkan. Selain itu KBRI Cairo telah beberapa kali melakukan pertemuan, pembinaan dan motivasi bagi para korban, termasuk pertemuan terakhir pada Minggu (15 Juni 2008) yang juga dilakukan dalam rangka menjaring masukan dan keluhan dari para korban. Dalam pertemuan tersebut, seluruh korban sepakat untuk meminta bantuan KBRI Cairo untuk menyelesaikan kasus tersebut. KBRI Cairo, selain itu, juga telah melakukan koordinasi dengan aparat Mesir untuk menelusuri (mencari) 6 (enam) orang lainnya yang diperkirakan akan dipekerjakan sebagai TKW. KBRI Cairo masih dan akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menyelesaikan kasus ini, termasuk tindakan hukum bagi calo dan kebijakan bagi para korban;
4. KBRI Cairo juga telah melakukan penahanan paspor WNI, yang diduga calo, sambil menunggu lebih lanjut perkembangan kasus ini. Sementara bagi calo WN Mesir, KBRI Cairo juga telah melakukan koordinasi lebih lanjut untuk mengupayakan agar ybs tidak dapat melarikan diri ke luar Mesir, mengingat ybs bersuamikan WNI yang tinggal di Indonesia;
5. Sesuai dengan kebijakan Depag RI tahun 2006, pengiriman calon mahasiswa Indonesia ke Universitas Al Azhar harus dikoordinasikan melalui Depag setelah lulus dalam ujian (tes) yang diselenggarakan di Indonesia. Hal ini juga menjadi salah satu butir rekomendasi Lokakarya Dukungan Peningkatan Prestasi Mahasiswa Indonesia di Mesir, yang telah diselenggarakan 12-13 Mei 2008 di Cairo, Mesir, diikuti oleh berbagai stakeholders terkait dari Mesir dan Indonesia, termasuk perwakilan Pondok Pesantren Indonesia;
6. Selain itu, dalam bidang ketenagakerjaan, aturan yang berlaku di Mesir masih melarang penggunaan tenaga kerja non-Mesir pada sektor “unskilled labour” (termasuk sebagai pembantu rumah tangga). Berdasarkan data KBRI Cairo, diperkirakan masih terdapat ratusan TKI/TKW illegal di Mesir, yang masuk melalui Mesir dengan berbagai cara, termasuk melalui beberapa Negara lain terlebih dahulu;
7. Dubes RI Cairo, Abdurrahman Mohammad Fachir telah mengeluarkan instruksi untuk mengusut kasus ini hingga ke akar-akarnya melalui koordinasi erat dengan pihak-pihak terkait baik di Mesir, Malaysia maupun di Indonesia. Ditegaskannya bahwa kasus ini dapat dikategorikan sebagai human trafficking, salah satu kejahatan terorganisir lintas negara yang umumnya melibatkan sindikat kejahatan.
8. KBRI Cairo akan terus memberikan perhatian tidak saja bagi penanganan dan penyelesaian kasus tersebut tetapi juga kasus-kasus terkait lainnya dan perlindungan korban human trafficking. Informasi mengenai kasus-kasus ini dapat diperoleh melalui Counsellor Protkons (mobile: +20-123935432) dan Sek III Pensosbud (mobile: +20-123903618).
Cairo, 15 Juni 2008 pensosbud
| Start: | May 21, '08 8:00p | | End: | Oct 3, '08 |
LOMBA KARYA TULIS PEMUDA TINGKAT NASIONAL dan PENGHARGAAN UNTUK PENULIS ARTIKEL KEPEMUDAAN Dalam Rangka 80 Tahun Sumpah Pemuda, Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga RI menyelenggarakan Lomba Karya Tulis dan Penghargaan untuk Penulis Artikel Kepemudaan. Persyaratan Lomba Karya Tulis: 1. Naskah berbentuk esai dengan tema “80 Tahun Kontribusi Pemuda dalam Kepemimpinan Bangsa”. 2. Lomba dibagi dalam 3 kategori: pelajar, mahasiswa, dan umum. 3. Lomba terbuka untuk semua WNI berusia 15-35 tahun. 4. Esai tidak bertentangan dengan SARA dan tidak mengandung unsur pornografi. 5. Naskah merupakan karya asli, bukan terjemahan, atau saduran. 6. Naskah belum pernah dipublikasikan di media massa cetak/elektronik dan tidak sedang diikutkan dalam lomba sejenis. 7. Naskah ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baik, diketik di kertas A4, font Times New Roman, 6-12 halaman, spasi ganda. 8. Mencantumkan kategori di sudut kiri amplop pengiriman naskah. 9. Nama penulis harus diletakkan pada halaman terpisah dengan lembar naskah 10. Naskah dikirim rangkap 3 (tiga). Persyaratan Penghargaan Penulis: 1. Artikel telah dimuat di media massa cetak antara bulan Januari – September 2008 yang bertema Kepemudaan. 2. Melampirkan artikel (atau fotokopinya) yang telah dimuat sebanyak tiga rangkap. 3. Lomba terbuka untuk umum (tanpa batasan usia) 4. Artikel tidak bertentangan dengan SARA dan tidak mengandung unsur pornografi. 5. Mencantumkan “Penghargaan Penulis” di sudut kiri amplop. Persyaratan Teknis : 1. Pengiriman naskah disertai dengan fotokopi identitas diri (KTP/SIM/Kartu Pelajar/Paspor dan biodata singkat: nama, alamat lengkap, nomor telepon/handphone, e-mail) 2. Pengiriman naskah lomba esai atau penghargaan penulis dikirim ke: Panitia Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional dan Penghargaan Penulis d.a Rumah Cahaya FLP Jl. Keadilan Raya No 13 Blok XVI Depok Timur 16418 3. Naskah ditunggu selambat-lambatnya tanggal 3 Oktober 2008 HADIAH setiap kategori dan Penghargaan Penulis: Juara I: Rp2.500.000,- Juara II: Rp2.000.000,- Juara III: Rp1.500.000, 3 pemenang hiburan @ Rp500.000,- * Pengumuman pemenang dapat dilihat di http://www.forumlingkarpena.org dan http://forumlingkarpena.multiply.com pada 18 Oktober 2008. * Pemenang pertama Lomba Karya Tulis dari setiap kategori dan pemenang utama Penghargaan Penulis yang berdomisili di Indonesia akan diundang ke Jakarta pada tanggal 28 Oktober 2008 dengan biaya kedatangan ditanggung panitia Acara ini diselenggarakan oleh : Deputi Bidang Pemberdayaan Kepemimpinan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena (dikasi logo, dit) Didukung oleh: ANNIDA & Lingkar Pena Publishing House Keterangan lebih lanjut hubungi Maryati (021) 573 8158, Koko 0813 67675459, Denny 0899 9910037
| Start: | May 21, '08 8:00p | | End: | Jun 23, '08 | | Location: | deeyand_1009@yahoo.com |
Assalamu'alaikum wr. wb. Masih dalam rangka Silaturahmi Nasional FLP, masih dalam rangka pengumpulan dana, masih dalam tradisi "Antologi Cinta" yang telah ada sejak hampir 10 tahun lalu... Bersama ini kami mengharap partisipasi dan kontribusi rekan-rekan anggota FLP dan para simpatisan FLP dalam bentuk menyumbang karya untuk Antologi Cinta akan kami terbitkan. Alhamdulillah, Penerbit Indiva bersedia menerbitkan 2 buah buku, yang akan dibeli putus. Adapun tema 2 buku tersebut: 1. Problem solving Setiap kita pasti pernah mengalami kesulitan dalam hidup, baik ringan maupun berat. Ada kalanya kita merasa tak sanggup menghadapi kesulitan tersebut, namun hidup harus terus berjalan, dan kita harus "berhadapan" dengan kesulitan-kesulitan tersebut. Tulisan berbentuk non fiksi, ditulis dengan gaya chicken soup for the soul (lucu juga boleh asal tetap berhikmah ;)). Isinya: - Kesulitan apa yang pernah dihadapi. - Bagaimana menghadapi kesulitan tersebut, mendapatkan solusi/pemecahan - Hikmah/pencerahan yang didapat - Tips-tips dalam menghadapi kesulitan dalam hidup Panjang tulisan: 4-8 halaman ketik 1 1/2 spasi (6.000 - 8.500 karakter/with spaces). 2. Surat Cinta untuk Pasangan Khusus buku ini, kami harap yang menulis adalah yang telah menikah. Gaya penulisan seperti surat. Berisi: curahan cinta dari istri kepada suami atau suami kepada istri (isinya bisa berbagai hal). Boleh lucu atau sedih, tragis, mengharu biru :) Panjang tulisan: 4-7 halaman ketik 1 1/2 spasi (6.000 - 8.000 karakter/with spaces). * Tulisan dikirim ke: deeyand_1009@yahoo.com, diberi subjek "Antologi Cinta - Silnas 2008". ** Ditunggu maksimal tanggal 23 Juni 2008 *** Semua tulisan yang masuk akan diseleksi terlebih dahulu ya. Yuuuk, kirim. DITUNGGU YA! Insya Allah menyusul beberapa penerbit lain, temanya sedang ditentukan. Salam, Panitia ========= Berikut tulisan Mbak Helvy TR tentang Antologi Cinta: Tradisi Itu Bernama Antologi Cinta Bermula saat Helvy Tiana Rosa mengenal Gola Gong (Penulis yang terkenal dengan “Balada si Roy” di majalah Hai). Mereka berkolaborasi dalam buku berjudul Nyanyian Perjalanan (Syaamil Cipta Media, 2000). Separuh honor buku itu diberikan buat anak-anak jalanan. Teman-teman perempuan pengarang dari FLP Aceh yang berusia di bawah 27 tahun melakukan hal yang jauh melebihi itu. Mereka membuat buku bersama dengan judul: Doa untuk Sebuah Negeri (Syaamil Cipta Media, 2000). Seluruh royalti yang mereka terima, mereka sumbangkan bagi para janda korban DOM, juga untuk membangun kegiatan sosial FLP di Nanggroe Aceh Darussalam. Lalu tahun 2000, ketika pengurus Forum Lingkar Pena mendengar kabar tentang Pipiet Senja, serang penulis prolifik yang sakit-sakitan, lahirlah antologi cinta berikutnya di FLP, berjudul Ketika Duka Tersenyum (FBA Press, 2001). Waktu itu belasan penulis menyumbangkan cerpen mereka. Seluruh hasil penjualan buku dibayar di muka dan semua dipersembahkan untuk Pipiet Senja yang waktu itu akan menjalani operasi. Berlanjut saat Ibnu HS, yang kala itu menjadi Ketua FLP Kalimantan Barat, menginformasikan bahwa seorang sastrawan nasional yang pernah dipuji HB Jassin tahun 1950-an kini hidup dengan cukup memprihatinkan. Yusakh Ananda yang sudah berusia 65 tahun itu harus menyambung hidup dengan berjualan es di depan sebuah SD negeri. Kami di FLP perih sekali mendengarnya. Yusakh Ananda seorang sastrawan terkemuka, mengapa tak ada yang memperhatikannya dengan pantas bahkan di daerahnya sendiri? Teman-teman FLP sepakat untuk lagi lagi membuat buku "keroyokan". Belasan orang kembali menyumbangkan cerpen mereka dalam Cermin dan Malam Ganjil (FBA Press, 2002). Uang itu pun dibawa Ibnu ke Pontianak untuk modal usaha Pak Yusakh. Alhamdulillah. Memang tak seberapa. Tapi ada bahagia yang bertebaran. Bersamaan dengan itu, Palestina semakin bergolak. Para pengarang FLP di berbagai kota, termasuk yang sedang kuliah di Mesir sepakat membuat antologi bersama yang akan dipersembahkan untuk Palestina. Melalui Mer-C, royalti yang berjumlah 8 juta rupiah dari antologi Merah di Jenin (FBA Press, 2002) itu, kami sumbangkan untuk dibawa ke Palestina. Cinta yang besar dalam uang yang mungkin sangat tak seberapa. "Antologi cinta" akhirnya menjadi tradisi di Forum Lingkar Pena--organisasi kepenulisan yang berdiri tahun 1997 ini. Cinta menjadi dasar para pengurus dan anggota untuk menyumbang. Dan ketika uang kami terbatas, kami tak lagi menyumbang dengan uang. Kami menyumbang dengan cerpen. Suatu hari, sampailah kabar duka cita itu. Agustrijanto, pengarang muda berbakat dari FLP Bandung, ditinggal wafat oleh sang istri ketika istrinya tersebut melahirkan anak mereka. Sang anak yang tak beribu pun masih mempunyai sangkutan sekian belas juta rupiah di rumah sakit. Agustrijanto tak pernah meminta FLP membantunya. Atas inisiatif sendiri, teman-teman di FLP menyumbangkan belasan cerpen mereka dalam antologi: Sahabat Pelangi (Lingkar Pena Publishing House, 2005) dan 17 Tahun (FBA Press, 2005), untuk mendapatkan dana belasan juta rupiah. Begitulah tradisi di FLP. Tak cuma untuk menolong seseorang atau masyarakat. Untuk menolong FLP sendiri kerap dibuat antologi bersama ini. Milad FLP ke 5 dan seterusnya, ada antologi milad. Inilah antologi sumbangan para anggota FLP, agar milad bisa berlangsung. Untuk Musyawarah Nasional I dan milad 8 FLP kemarin misalnya, teman-teman juga membuat beberapa antologi cinta. Beberapa antologi cinta untuk FLP adalah: Luka Telah Menyapa Cinta (FBA Press, 2002), Ketika Cinta Menemukanmu (Gema Insani Press, 2005), I Love You SoMad (Lingkar Pena Publishing House, 2005), Blind Date (Cakrawala Publishing, 2005), Ujilah Cinta Itu (FBA Press, 2005). Saat tsunami melanda, teman-teman FLP berhasil membuat 5 buku antologi cinta bekerjasama dengan banyak penerbit. Uang royalti sekitar 40 juta, Januari-Februari 2005 langsung disumbangkan untuk korban tsunami Aceh. Padahal bukunya baru terbit setelah itu. Alhamdulillah, FLP bisa menjalin persahabatan juga dengan kawan kawan penerbit yang selalu percaya pada kami. Kelima antologi itu: Perempuan Bermata Lembut (FBA Press, 2005), Addicted 2U (Lingkar Pena Publishing House, 2005), Jendela Cinta (Gema Insani Press, 2005), Menyisir Rindu (Cakrawala Publishing, 2005) dan Surat Buat Abang (Senayan Abadi, 2005)). Di luar itu ada juga antologi FLP Aceh sendiri: Hati yang Terpisah (Syaamil Cipta Media, 2005). Antologi ini ditulis bersama oleh enam anggota FLP Aceh sebelum tsunami. Tiga di antara mereka meninggal karena keganasan tsunami. Tradisi berlanjut saat FLP mendengar Gito Rollies, seorang musisi yang memiliki kepeduliaan pada Kampanye embaca FLP, menderita sakit. Antologi Badman Bidin (Lingkar Pena Publishing House, 2005) pun hadir dan sedikit membantu pengobatan Kang Gito, begitu biasa beliau dipanggil. Rumah Cahaya (Baca dan Hasilkan Karya) yang FLP dirikan di berbagai kota juga membutuhkan dana untuk pengembangannya. Lagi-lagi anggota FLP gotong royong menyumbang cerpen yang dibukukan dalam The Story of Jomblo (Lingkar Pena Publishing House, 2004) dan Suami Impian (Lingkar Pena Publishing House, 2006).
Tema Sayembara:
Melalui Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan kita tingkatkan budaya baca dan tulis dalam rangka mewujudkan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif, yang berkeadilan, bermutu, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal dan global.
Tema Penulisan:
Kehidupan bermasyarakat dengan penekanan pada:
- peningkatan iman, takwa, dan akhlak mulia, serta kualitas jasmani;
- peningkatan etika, estetika, ilmu pengetahuan, dan teknologi;
- peningkatan daya saing bangsa dengan terciptanya manusia yang mandiri, bermutu, terampil, ahli dan profesional, mampu belajar sepanjang hayat, serta memiliki kecakapan hidup.
Catatan: Penulis dapat memilih salah satu atau gabungan (lebih dari satu) tema penulisan yang ditentukan.
Peserta Sayembara:
Pendidik dan tenaga kependidikan baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun. Peserta sayembara yang pernah menjadi pemenang tiga kali atau lebih tidak diperkenankan lagi menjadi peserta sayembara.
Naskah yang Disayembarakan:
Naskah buku yang disayembarakan adalah buku pengayaan, yaitu buku yang memuat materi yang dapat memperkaya pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan membentuk kepribadian/ watak yang positif peserta didik untuk jenjang pendidikan SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA. Adapun naskah buku pengayaan yang disayembarakan dibedakan atas dua kelompok, yaitu (1) fiksi dan (2) nonfiksi.
1. Naskah fiksi adalah naskah yang diciptakan terutama berdasarkan kreativitas dan imajinasi. Kelompok naskah fiksi yang disayembarakan meliputi tiga jenis: 1) prosa, berupa (1) novel atau (2) kumpulan cerpen; 2) puisi (kumpulan puisi); 3) drama (sebuah atau lebih drama).
2. Naskah nonfiksi adalah naskah yang berisi hasil observasi (secara langsung atau melalui studi kepustakaan) mengenai suatu proses atau suatu objek yang bersifat faktual. Kelompok naskah nonfiksi yang disayembarakan meliputi tiga jenis:
- pengayaan pengetahuan alam,
- pengayaan pengetahuan sosial,
- pengayaan keterampilan.
Naskah nonfiksi dapat disajikan dalam bentuk eksposisi (pemaparan ilmiah populer) atau narasi (untuk penulisan biografi dan sejarah). Dalam naskah nonfiksi, tokoh/objek, kegiatan, waktu, dan tempat yang dipaparkan/dikisahk an sepenuhnya bersifat faktual.
Persyaratan Naskah:
- Isi naskah dapat dipertanggungjawabk an oleh penulis.
- Naskah diberi identitas secara jelas yang meliputi (a) judul naskah, (b) kelompok naskah (fiksi atau nonfiksi), (c) jenis naskah (misalnya puisi atau pengayaan pengetahuan alam), (d) jenjang pendidikan (SD/MI, SMP/MTs, atau SMA/MA), dan (e) tema penulisan yang dipilih.
- Karya asli, tidak berseri, belum pernah menjadi pemenang dalam sayembara manapun, tidak sedang diikutsertakan pada sayembara lain, dan belum pernah diterbitkan.
- Isinya tidak bertentangan dengan Pancasila, UUD1945, ketentuan dan peraturan perundangan yang berlaku, serta tidak menimbulkan masalah SARA.
- Memberikan manfaat untuk memperkaya pengetahuan siswa, mengembangkan keterampilan, membentuk watak yang positif bagi perkembangan siswa, memberikan hiburan sehat, dan membangkitkan minat serta budaya baca.
- Apabila dalam naskah prosa, puisi, dan drama terdapat ilustrasi atau gambar, ilustrasi/gambar dibuat pada halaman tersendiri/terpisah dengan memberikan identitas gambar secara jelas.
- Naskah berbentuk biografi harus memenuhi syarat: (1) tokoh yang ditulis warga negara Indonesia yang berprestasi di tingkat provinsi, nasional, atau internasional (misalnya pemenang olimpiade, pemenang kalpataru, guru teladan); (2) didukung dengan metode pengumpulan data yang tepat; (3) data yang ditulis harus akurat dan dapat dibuktikan keabsahan dan kebenarannya; (4) melampirkan izin dari tokoh yang diceritakan atau dari ahli warisnya.
- Naskah diketik di atas kertas kuarto sekurangkurangnya 60 halaman dengan jarak ketikan 2 spasi. Apabila ditulis tangan, naskah ditulis dengan rapi sekurang-kurangnya 80 halaman folio. Ketentuan tentang jumlah halaman tersebut di atas tidak termasuk halaman bagian awal buku (misalnya kata pengantar, pendahuluan, daftar isi) dan halaman bagian akhir buku (misalnya glosarium, daftar pustaka).
- Jumlah baris naskah (ketik/tulis tangan) minimum 28 baris ketik per halaman kuarto atau 32 baris tulis tangan per halaman folio.
- Menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan sasaran dan tingkat berpikir pembaca (SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA).
- Semua kutipan termasuk foto dan ilustrasi harus menyebutkan sumber sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Hak Cipta (UU No.19 Tahun 2002).
- Melampirkan: (1) identitas diri (KTP/SIM); (2) surat keterangan sebagai pendidik atau tenaga kependidikan dari atasan langsung, atau fotokopi bukti pensiun.
- Menuliskan nama lengkap, NIP (jika ada), pekerjaan (misalnya guru), alamat rumah dan kantor, telepon/HP secara jelas pada kertas tersendiri.
- Setiap penulis menyertakan surat pernyataan di atas meterai Rp6.000,00 (enam ribu rupiah) bahwa naskah yang ditulis adalah hasil karya sendiri.
Pengiriman Naskah:
- Naskah disampaikan langsung atau melalui pos tercatat kepada Panitia Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan 2008 Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, Jalan Gunung Sahari Raya No. 4, Jakarta Pusat 10002, paling lambat tanggal 14 Agustus 2008 (stempel pos).
- Setiap calon peserta hanya diperbolehkan mengirimkan satu naskah.
- Naskah yang dikirim kepada panitia sayembara harus dalam bentuk ketikan/tulisan asli (bukan fotokopi atau tindasan).
Pengumuman Pemenang:
- Para calon pemenang sayembara akan diundang ke Jakarta untuk menghadiri pengumuman pemenang.
- Jika penulis naskah lebih dari satu orang, calon pemenang sayembara yang diundang ke Jakarta hanya 1 (satu) orang.
- Pengumuman dan pemberian hadiah kepada pemenang akan dilaksanakan pada tanggal 25 November 2008.
- Hasil keputusan Dewan Juri Sayembara tidak dapat diganggu gugat.
- Naskah yang tidak menang akan dikembalikan kepada peserta sayembara jika disertai perangko pengembalian yang cukup.
- Informasi hasil sayembara akan disampaikan kepada seluruh peserta sayembara.
Hadiah:
- Pemenang I senilai Rp 17.000.000,00
- Pemenang II senilai Rp 16.000.000,00
- Pemenang III senilai Rp 15.000.000,00
- Hadiah tersebut di atas belum dipotong PPh 15%.
• Rincian pemenang sayembara: Kelompok Fiksi (27 pemenang)
- Prosa: ada 9 pemenang, terdiri atas pemenang I, II, dan III untuk setiap jenjang pendidikan (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA).
- Puisi: ada 9 pemenang, terdiri atas pemenang I, II, dan III untuk setiap jenjang pendidikan (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA).
- Drama: ada 9 pemenang, terdiri atas pemenang I, II, dan III untuk setiap jenjang pendidikan (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA).
Kelompok Nonfiksi (27 pemenang)
- Pengayaan pengetahuan alam: ada 9 pemenang, terdiri atas pemenang I, II, dan III untuk setiap jenjang pendidikan (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA).
- Pengayaan pengetahuan sosial: ada 9 pemenang, terdiri atas pemenang I, II, dan III untuk setiap jenjang pendidikan (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA).
- Pengayaan keterampilan: ada 9 pemenang, terdiri atas pemenang I, II, dan III untuk setiap jenjang pendidikan (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA).Jumlah keseluruhan pemenang sayembara untuk semua jenis dan jenjang pendidikan sebanyak 54 orang. Naskah yang memenuhi persyaratan kelayakan sebagai naskah pengayaan, tetapi tidak menjadi pemenang sayembara, akan diberikan sertifikat kelayakan oleh Pusat Perbukuan.
Hak Cipta:
Hak Cipta (Hak Ekonomi) naskah pemenang sayembara ada pada Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Hak Moral melekat pada Penulis.
Informasi:
Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, Tel. (021) 3804248 Pesawat 275, Fax. (021) 3806229, serta melalui Situs Internet Pusat Perbukuan dengan alamat www.sibi.or. id. Email: pusbuk@sibi. or.id
Ketika Cinta Bertasbih Saat Pantai Cleopatra Tergerus Ombak Habiburrahman El Shirazy yakin film ini akan menyedot lima juta penonton.
Semuanya demi mengurus shooting film Ketika Cinta Bertasbih 1 (KCB 1) di Kairo, Mesir. Maka, selama 10 hari berkunjung ke Kairo dan Alexandria, Mesir, tim rumah produksi Sinemart tak henti bergerak. Mereka menghubungi empat rumah produksi, studio, laboratorium film, penyewaan peralatan, dan tidak lupa berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia. ''Semua menyambut baik keinginan kami. Tapi, kami ingin one stop production,'' ujar Dani Sapawie, produser Sinemart. Boleh dibilang pihak Sinemart tidak ingin terlalu direpotkan karena harus berhubungan dengan banyak pihak. Mereka lebih suka menggandeng satu rumah produksi yang lantas bertugas mengurus segala sesuatunya. Dan, ujung semua itu adalah ketika harapan mulai menjadi kenyataan. ''Alhamdulillah, perizinan yang sejak awal paling kami khawatirkan, kini telah mendapat titik terang dari pihak Badan Sensor Film dan pihak terkait lainnya,'' ujar Dani menjelang kepulangan ke Indonesia. Film KCB 1 adalah pengalaman pertama Sinemart melakukan shooting luar negeri. Tak cuma berhadapan dengan masalah perizinan yang tentu saja tidak mudah, mereka juga harus berurusan dengan biaya yang tidak sedikit. Seperti diungkap seorang sumber di Sinemart, anggaran pembuatan film KCB 1 ini akan menghabiskan biaya sekitar Rp 16 miliar. Dana ini sebagian besar tersedot lantaran pengambilan gambar yang harus dilakukan di Mesir. Selain biaya perizinan, transportasi, akomodasi, penyewaan peralatan, dan honor pemain setempat, pihak perfilman Mesir juga akan menarik 'iuran' bagi setiap kru film dan pemain asing sebesar Rp 6 juta per minggu. Dengan biaya yang besar ini, Sinemart tidak boleh berlama-lama melakukan pengambilan gambar di Mesir. Menurut rencana, Sinemart akan melakukan shooting di Kairo dan Alexandria sekitar dua minggu saja. Sisanya, akan dilakukan di Indonesia. ''Ada yang bisa kita lakukan di Jakarta. Seperti interior apartemen Azzam. Kalau dilakukan di Mesir terlalu mahal. Argonya jalan terus. Kalau di Jakarta tidak pakai argo,'' ujar El Badrun, penata artistik. Untuk menyiasati hal ini, sekitar seminggu sebelum shooting dilakukan, El Badrun dan Rudi Kurwet (director of photography) akan berangkat lebih awal untuk menyiapkan segala sesuatunya. Sementara untuk persiapan shooting di Jakarta, Sinemart telah banyak membuat dokumentasi tempat-tempat di Kairo dan Alexandria yang terdapat dalam novel KCB. El Badrun juga telah membeli cukup banyak barang untuk properti seperti shisha, tanda pangkat polisi Mesir, karpet, serta kitab-kitab. Pada saat shooting nanti, El Badrun tinggal melengkapi kekurangan yang dianggap perlu. Jika semuanya lancar, Sinemart akan datang kembali ke Mesir untuk melakukan pengambilan gambar. ''Insya Allah, sepuluh hari setelah Idul Fitri, kegiatan shooting akan dilakukan,'' ujar Dani Sapawie. Diperkirakan, film KCB baru dapat disaksikan di gedung-gedung bioskop pada awal tahun depan. Akan tetapi, pertanyaan demi pertanyaan yang lain pun bermunculan. Apakah KCB 1 akan memecahkan rekor jumlah penonton bioskop di Indonesia? Apakah Sinemart dapat meraup keuntungan dari KCB? Pada saat keberangkatan ke Kairo, penulis novel KCB, Habiburrahman El Shirazy, punya optimisme tersendiri. Syaratnya, film KCB 1 harus shooting di Kairo. Bila ini terjadi, maka Kang Abik, panggilan akrab Habiburrahman, dengan yakin berujar, ''KCB akan mampu menyedot hingga lima juta penonton.'' Tentu, jawaban optimisme itu baru akan kita ketahui awal tahun depan. Agar Seindah Novel Demi menghadirkan gambar-gambar yang seindah kisah dalam novel asli, tim Sinemart giat berburu lokasi. Persis seperti dalam novel. Selama proses ini, Habiburrahman El Shirazy, penulis novel KCB, selalu menemani. Mereka mendatangi di antaranya halte dan terminal bus, tempat tinggal Azzam, Furqon, Eliana, dan Anna, kampus Al Azhar, rumah sakit, pasar, yang menjadi latar cerita KCB 1. Sinemart tidak hanya berburu di Kairo. Mereka bahkan menyempatkan pergi ke kota Alexandria dan tinggal di sana selama dua hari. Seperti terungkap dalam novel, sebagian cerita KCB 1 terjadi di Alexandria. Namun, tak urung kondisi di lapangan yang ditemui menyulitkan untuk pengambilan gambar atau kondisinya telah berubah. ''Tidak semua tempat yang ada dalam novel layak diangkat ke layar lebar, karena film membutuhkan gambar yang layak ditonton,'' papar Imam Tantowi, penulis skenario film KCB 1. Untuk menyiasati hal tersebut, kata Imam, perlu dicarikan alternatif tempat lain, tanpa perlu mengganggu jalan cerita. Seperti Hotel El Haram di Alexandria yang menjadi tempat Azzam menginap. Setelah didatangi, ternyata secara visual hotel itu tidak layak jika diangkat ke layar lebar. Untuk memilih hotel pengganti sebagai tempat menginap Azzam dalam film nantinya, tim Sinemart sampai harus membagi tim menjadi tiga kelompok yang masing-masing menginap di hotel yang berbeda. Akhirnya, pilihan jatuh pada hotel Sofitel. Ini lantaran, selain memiliki bangunan yang layak tonton, hotel ini juga memiliki pemandangan yang lebih bagus jika dilihat dari kamar ke arah Sungai Nil. Tidak hanya itu. Hotel Le Meridien di Kairo, yang dikisahkan menjadi tempat Furqon menginap, ternyata telah berubah menjadi Hotel Grand Hyatt. ''Untuk menyiasati, kita tidak perlu menyebut nama hotelnya,'' ungkap Kang Abik. Demikian juga dengan terminal bus Hayysabe, tempat Azzam naik bus ketika akan pergi ke rumah Ustadz Mujab. Terminal bus ini ternyata tidak seperti terminal bus yang kerap kita temui di Indonesia. Tidak ada bangunan khusus di terminal bus Hayysabe. Hanya terdapat satu rumah-rumahan mirip tempat menjual tiket yang merupakan tempat kondektur bus melapor jumlah karcis yang terjual. Sedangkan Pantai Cleopatra di Alexandria, tempat Azzam berjalan bersama Pak Ali, sopir kedubes Indonesia, sudah tidak ada karena tergerus ombak. Perubahan-perubahan yang terjadi di lapangan membuat tim Sinemart harus kerap berembuk. Hampir tiap hari mereka mengevaluasi hasil temuan di lapangan dan pertemuan dengan pihak rumah produksi di Mesir. Untuk masalah yang kelihatannya sepele pun -seperti tempat tinggal Azzam, Furqon, Ustadz Mujab, Anna- Sinemart pun cukup direpotkan untuk menentukan pilihan. Mereka mengunjungi cukup banyak tempat tinggal mahasiswa Indonenesia yang kuliah di Al Azhar. Bahkan, mereka juga menyempatkan untuk berkunjung ke tempat tinggal staf lokal kedubes Indonesia, karena agak sulit menemukan tempat tinggal yang layak seperti tuntutan cerita dalam novel. Ide-ide baru juga muncul seperti menampilkan Sungai Nil dan piramid dalam tayangan film. Tujuannya, tak lain agar secara gambar, film menjadi lebih menarik untuk dilihat. Dan, akhirnya penonton percaya bahwa pengambilan gambar memang benar dilakukan di Mesir. Berlanjut di Jakarta Untuk memenuhi tuntutan alur cerita, film KCB 1 akan berdurasi agak panjang. Dari diskusi tim Sinemart, diperkirakan KCB akan berdurasi sekitar 2,5 jam. Padahal, bila harus mengikuti alur cerita persis seperti novelnya, filmnya bisa berdurasi hingga enam jam. Apalagi, cerita pada KCB 1 akan mengambil sebagian cerita pada novel KCB 2 karena tuntutan keindahan cerita. ''Agar filmnya tidak terlalu panjang, ada bagian-bagian cerita yang harus dipadatkan dan bagian yang tidak terlalu penting dapat dihilangkan, asal tidak mengganggu jalan cerita,'' ujar Kang Abik, sapaan akrab Habiburrahman. Untuk itulah Imam Tantowi, penulis skenario, harus bekerja keras untuk membuat skenario yang pas. Bahkan, sampai kepulangan tim Sinemart ke Jakarta, skenario pun belum final. ''Saya masih harus mengubah lagi. Sekarang yang sudah saya kerjakan draft 2,'' ujar Imam Tantowi. Pekerjaan yang bakal terus berlanjut di Jakarta. Setibanya di Jakarta, Sinemart harus segera menyelesaikan beberapa 'pekerjaan rumah'. Besar anggaran harus segera dipastikan dan dibandingkan dengan perkiraan pendapatan. Skenario harus segera diterjemahkan ke dalam bahasa Arab untuk diserahkan ke Badan Sensor Film Mesir. Audisi untuk mencari lima pemeran utama yang rencananya akan dilaksanakan mulai bulan Mei hingga bulan Agustus harus segera disiapkan. Jika rencana ini berjalan lancar, audisi akan dilakukan di sembilan kota, yaitu Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Padang, Medan, Surabaya, Banjarmasin, Makassar, dan Semarang. Dewan juri audisi juga telah ditetapkan. Selain Habiburrahman, penulis novel KCB, dan Chaerul Umam, sutradara film KCB, Sinemart juga telah menunjuk Didi Petet dan Neno Warisman. Pada saat final audisi, Deddy Mizwar akan bergabung sebagai juri.
Sahabat-sahabat kader dan simpatisan Pwk PII Mesir..., Sebelumnya, kami ucapkan selamat menempuhi imtihan termin ke-2 Bittawafiq wa an-najah Namun di tengah keseriusan sahabat menghapal muqorar terutama muraja'ah Al-Quran Izinkan kami selaku Pengurus mengundang rekan-rekan meluangkan waktu sebentar untuk menghadiri HARBA PII (Hari Bangkit Pelajar Islam Indonesia) dalam rangka "Refleksi dan muhasabah perjalanan PII selama 61 tahun (1947) wa bil khusus napak tilas langkah-langkah kecil Pwk PII Mesir selama satu dasawarsa sekaligus tasyji' imtihan" (1997). Insya Allah acara tersebut akan kita laksanakan pada: Hari : Ahad Tanggal : 4 Mei 2008 Waktu : 18:30 (Maghrib berjama'ah) s/d selesai Tempat : Rumah Udo Yamin Majdi (Imarah 101 saqoh 19 daur 4 mahattoh mutsallats Nasr City Cairo, telp. 24484236) Demikian undangan kami sampaikan, atas perhatian dan kehadiran sahabat semua tepat waktu, kami haturkan banyak terima kasih Cairo, 3 Mei 2008 Wa'alaikumussalam Wr Wb. Pwk PII Mesir NB; Afwan, bila undangan ini mendadak sebab pada awalnya, pihak pengurus tidak bermaksud menggelar acara Harba mengingat smua organisasi Masisir telah tutup kegiatan namun, melihat sahabat butuh refresing sebelum intihan maka kami gelar acara Harba ini ala kadarnya intinya, kita ingin ngobrol santai sambil makan seadanya.
Ini wawancara wartawan Sabili, Gana P. Rijal, kepada saya untuk rubrik Elka edisi bulan ini --sudah terbit. Selamat membaca, semoga bermanfa'at.1. Buku Udo, Quranic Quotient: Menggali & Melejitkan Potensi Diri Melalui Al-Quran, itu kan tentang kecerdasan berdasarkan al Quran ya? Bisa diceritain gak ide awal kecerdasan al Quran itu muncul? Betul, buku saya itu mencoba melengkapi wacana kecerdasan yang ada, baik itu IQ, EQ maupun SQ. Menurut saya, untuk sukses di dunia, dengan tiga kecerdasan itu sudah cukup. Namun untuk sukses hingga akhirat, itu belum cukup. Ada satu lagi kecerdasan yang perlu kita miliki untuk membingkai IQ, EQ, dan SQ, yaitu QQ (Quranic Quotient). Ada tiga hal yang melatar belakangi, sehingga muncul ide untuk menulis buku QQ: (1) karena saya menemukan kekurangan dalam konsep kecerdasan yang muncul dari Barat, terutama tidak mengaitkan kecerdasan itu dengan Pencipta dan Pemilik kecerdasan, yaitu Allah Swt; (2) karena saya menangkap semacam keterpesonaan sebagian umat Islam terhadap konsep Barat, padahal itu adalah hikmah yang hilang dari kaum muslimin; (3) karena saya ingin mengajak umat Islam untuk kembali kepada Al-Qur`an, terutama para ilmuwan Islam untuk merumuskan konsep pengembangan diri (self development) berdasarkan Al-Qur`an. 2. Dalam Quranic Quotient, secara gak langsung Udo mau bilang kalo orang yang belajar al Quran berpotensi menjadi cerdas. Itu maksudnya gimana ya? Maksudnya gini, sudah saatnya umat Islam untuk merumuskan konsep kecerdasan itu berdasarkan Al-Quran. Sehingga baik dari pemahamannya, tujuannya, maupun kiat-kiatnya sesuai dengan tuntunan Al-Quran. Sebagai contoh, dalam buku QQ, saya tulis ada 7 prinsip menggali dan melejitkan potensi diri lewat Al-Quran. Lebih jelasnya, silahkan baca buku saya itu ya! 3.Waktu buku itu dibuat, pesan khusus apa sih yang sebenarnya mau Udo sampaikan kepada para pembaca? Sebenarnya pesan khususnya sangat saderhana, yaitu saya ingin umat Islam mencintai Al-Quran. Sebagai bukti cinta itu, maka kita harus mengimani, mempelajari, mengamalkan, mendakwahkan, dan membelanya. 4. Menurut Udo, apa sih urgensi dari membaca al Quran buat anak-anak muda kayak kita-kita ini? Wah, membaca Al-Quran bagi anak muda saat ini sangat penting. Sebab, zaman ini godaannya banyak; datang dari segala penjuru. Dan senjata sekaligus obat dari godaan itu adalah Al-Quran. Maka agar kita tidak terjerumus di jalan sesat, kita harus banyak baca —mempelajari, memahami— Al-Quran. 5. Udo kabarnya ketua ESKA (Sekolah Kehidupan) Perwakilan Mesir ya? Betul. Ini berawal dari keaktifan saya di milis sekolah-kehidupan@yahoogroups.com. Lalu ada teman yang tertarik. Akhirnya, kami sepakat mendirikan perwakilan Sekolah Kehidupan (Eska) di Mesir. Dan alhamdulillah, mereka mempercayai saya sebagai ketuanya. 6. Animo menulis pelajar (mahasiswa) Indonesia yang ada di Mesir gimana? Bisa diceritain gak? Berdasarkan pengalaman saya mengisi pelatihan menulis di kalangan mahasiswa Indonesia Mesir (Masisir), saya lihat animo menulis mereka sangat tinggi. Apalagi, setelah Kang Abik (Habiburrahman El-Shirazy) berhasil menjadi penulis best seller lewat novel Ayat-Ayat Cinta dan yang lainnya. Sehingga banyak Masisir terinspirasi ingin menjadi penulis. 7. Oya, kabarnya kemarin dapat beasiswa dari Sekolah Menulis Online ya? Hehehe, kok tahu? Lihat di multiply saya ya? Iya, alhamdulillah, dari 44 orang yang mengajukan beasiswa ke http://smo.belajarmenulis.com/ yang didirikan oleh Bang Jonru, ternyata salah salah seorang dari lima orang yang mendapat beasiswa tersebut adalah saya. Minta do’anya, semoga dengan belajar di SMO ini, tulisan saya semakin berkualitas dan lebih produktif lagi. Amin. 8. Karir Udo di dunia tulis menulis sejak kapan? Kenapa Udo memutuskan untuk terjun ke dunia tulis menulis? Saya mulai serius menulis ketika di Mesir. Ada tiga alasan saya terjun ke dunia tulis menulis: (1) karena saya ingin shodaqoh jariyah dan saat ini orang yang wajib saya shodaqohi adalah isteri dan dua anak saya; (2) karena saya ingin al-‘ilmu yuntafa’u bihi (memanfa’atkan dan memfungsikan ilmu); saya ingin menyampaikan ilmu yang saya peroleh di Mesir kepada masyarakat di Indonesia; dan, (3) karena saya ingin memiliki waladin shalihin yad’u lahu (anak yang sholeh yang mendo’akan kedua ortunya). Saya dan isteri, punya visi, misi, dan strategi untuk mendidik anak kami. Namun, semua tidak ada artinya, jika saya meninggal. Makanya, saya menulis sebagai sarana untuk mengajar anak-anak saya —sekaligus anak orang lain— meskipun saya sudah tidak ada di dunia lagi. Intinya, saya menulis sebagai bekal mati sekaligus meninggalkan warisan bagi generasi selanjutnya. 9. Ketika menulis, sering dibarengi dengan misi khusus? Oh jelas, misi saya adalah untuk meraihkan mardlatillah dengan menegakkan kalimat Allah di muka bumi lewat tulisan. 10. Last, pesan buat sobat Elka?
Pertama saya minta do’a, semoga saya menjadi penulis yang bisa mencerahkan para pembaca; dan kedua, saya berpesan, banyaklah membaca —terutama baca Al-Quran— dan menulis. Apalagi zaman sekarang, sudah sangat mudah untuk melakukan kedua hal ini, asal ada kemauan dan tekad. Kepada sobat Elka yang mau diskusi tentang dunia tulis menulis atau tentang buku QQ, silahkan kirim e-mail ke udoyamin_majdi@yahoo.com
Cairo--udoyamin.multiply.com, "Siapa yang pernah minum sungai Nil, maka akan datang lagi ke Mesir berkali-kali". Pepatah ini terbukti pada Habiburrahman El-Shirazy —Kang Abik. Dua bulan yang lalu, Kang Abik datang ke Mesir bersama rombongan IKAPI dan Tapak Tilas Ayat-Ayat Cinta, kemaren, Rabu (16/04) beliau membawa kru film "Ketika Cinta Bertasbih" (KCB) ke Mesir. Tentu saja kedatangan mereka, tidak disia-siakan oleh para mahasiswa Indonesia Mesir (Masisir) untuk berdialog. Maka Rafi'i Travel Group mensponsori acara "SARASEHAN Bersama Kru Film Ketika Cinta Bertasbih" di Wisma Nusantara.
Acara yang dimoderatori oleh Nidlol Masyhud, Lc., itu, mulai ba'da Maghrib. Di depan ratusan Masisir, hadir Dani, produser dari SinemArt; Chairul Umam, sutradara film KCB; Imam Tantowi, penulis skenario; Kang Abik, penulis novel KCB; Umar Lubis, artis blasteran Indonesia-Mesir, dan beberapa kru film KCB.
"Rombongan kami sebanyak dua puluh orang", ujar produser SinemArt tampil sebagai pembicara pertama, "tujuan kami ke sini untuk hunting film KCB sekaligus mengusahakan agar bisa shooting di Mesir." Ia juga menjelaskan bahwa mereka berada di Negeri Seribu Menara selama sepuluh hari.
Chairul Umam, sambil melihat jam tangannya, beliau berkata, "Saya tidak bisa ceramah. Ditambah lagi, sangat ngantuk. Betul di sini, ba'da maghrib, tapi ini waktu saya tidur di Indonesia. Sebaiknya, kita dialog saja!"
"Sembilan puluh delapan persen, skenario sudah saya tulis", pembicara ketiga, Imam Tantowi, mulai bicara, "namun, setelah menyaksikan langsung sungai Nil, banyak ide yang bermunculan dalam otak saya, untuk mengubah naskah saya itu!"
Setelah mereka bertiga bicara, Nidlol langsung membuka acara dialog sekaligus tanya jawab. Para peserta banyak mengangkat tangan. Satu persatu, mereka dipersilahkan oleh moderator untuk menyampaikan saran, masukan, dan pertanyaan.
"Belajar dari kegagalan MD Picture shooting Ayat-Ayat Cinta di Mesir", kata Dani untuk menjawab pertanyaan kesiapan SinemArt dalam membuat film KCB di Mesir, "selain kami menempuh prosedur dan memenuhi ketentuan yang berlaku, kami juga meminta Umar Lubis, agar membantu kami melakukan lobi-lobi di Mesir. Yang jelas, kami telah menghubungi pihak kedutaan Mesir di Jakarta!"
Chairul Umam, menegaskan bahwa KCB, bukan hanya film religius, melainkan sebagai film dakwah. Beliau juga menceritakan beberapa film yang pernah dibesutnya, diantaranya: Alkautsar, Titian Serambut Dibelah Tujuh, Nada dan Dakwah, Fatahillah, dan yang lainnya.
Sedangkan Imam Tantowi, mengatakan, "Saya semaksimal mungkin, ingin membuat skenario yang sama persis dengan novelnya!" Kemudian beliau, menjelaskan perkembangan dunia perfilman di Indonesia.
Karena banyak pertanyaan yang ditujukan —terutama tentang film Ayat-Ayat Cinta (AAC)— kepada Kang Abik, maka beliau berbicara. Sebagai penulis novel AAC, beliau telah berusaha sekuat tenaga agar film itu sesuai dengan novelnya. Hanya saja, beliau tidak memungkiri bahwa film ACC ada banyak kekurangan, meskipun cukup booming di Indonesia, hingga Asia Tenggara. Oleh sebab itu, dalam membuat KCB ini, Kang Abik ikut serta dalam menentuan pemain, skenario, dan yang lainnya. Dihadapan para mahasiswa Al-Azhar, beliau berpesan, "Sudah saatnya, kita melakukan amal jama'i dan berusaha membuat sunnah hasanah —trend setter— dan saya sangat sedih, jika ada alumni Al-Azhar justru ikut-ikutan dengan trend yang ada, secara pragmatis, tanpa memperjuangkan idealisme keislaman!"
Umar Lubis —bintang film sinetron, putra staff KBRI Mesir, Nabila— ikut tampil bicara. "Saya, insya Allah, akan berusaha, film KCB, bisa shooting di sini. Dan saya berpesan, kepada teman-teman mahasiswa Indonesia Mesir, jadilah kalian duta-duta budaya di sini!"
Dalam acara Sarasehan itu, terlihat Al-Ustadz Abu Ridho, sebagai konsultan keagamaan untuk membuat film KCB. Ini sangat penting, agar film KCB sesuai dengan ajaran Islam, seperti di dalam novelnya dan benar-benar sebagai film dakwah.
Sebelum acara ditutup, tampillah Da'i Nada --group nasyid acapella Masisir yang telah masyhur di Timur Tengah, bahkan telah muncul di 20 channel televisi internasional-- untuk menghibur para peserta. Pukul 23:00 waktu Kairo, acara Sarasehan berakhir. (udo yamin majdi)
| |